TAKALAR, Suara Jelata-–Kepala Sekolah SMA Negeri 3 Takalar, Ilham, S.Pd., M.Pd Memberikan klarifikasi terkait pelaksanaan kegiatan sekolah yang sempat menjadi sorotan publik.
Ia menegaskan bahwa kegiatan yang digelar bukanlah acara penamatan atau wisuda khusus, melainkan agenda tahunan bertajuk “Gebyar Seni” yang bertujuan mengukur dan menguji kompetensi siswa di bidang seni dan budaya.
Kegiatan tersebut dilaksanakan di lingkungan SMA Negeri 3 Takalar sebagai bagian dari program ekstrakurikuler sekolah yang rutin diselenggarakan setiap tahun.
Acara kemudian dirangkaikan dengan momen ramah tamah sederhana bagi siswa kelas XII yang telah menyelesaikan masa studi mereka.
Menurut Ilham, seluruh pembiayaan inti kegiatan bersumber dari Dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) dan penggunaannya telah disesuaikan dengan petunjuk teknis yang berlaku.
“Anggaran yang digunakan sangat proporsional dan sesuai peruntukan kegiatan. Ini merupakan agenda tahunan sekolah, bukan acara penamatan khusus,” jelasnya.
Karena menyesuaikan regulasi dan kapasitas pelaksanaan kegiatan, sekolah tidak mengundang seluruh orang tua siswa.
Undangan secara khusus diberikan kepada orang tua siswa yang memiliki capaian akademik maupun non-akademik sebagai bentuk apresiasi dan motivasi bagi peserta didik lainnya.
Bagi orang tua yang tidak dapat hadir secara langsung, sekolah menyediakan fasilitas live streaming agar tetap dapat mengikuti rangkaian kegiatan.
Menanggapi isu dugaan pungutan liar yang sempat beredar, pihak sekolah membantah adanya keterlibatan manajemen sekolah dalam pengumpulan dana tertentu.
Berdasarkan hasil penelusuran, dana yang dimaksud merupakan inisiatif internal panitia angkatan siswa yang disepakati melalui beberapa kali musyawarah.
Pihak panitia angkatan disebut telah menegaskan bahwa iuran tersebut bersifat sukarela, tidak mengikat, dan bukan kewajiban bagi seluruh siswa.
Dana hasil inisiatif siswa itu digunakan untuk membiayai sejumlah agenda mandiri yang mereka rancang sendiri, seperti last ceremony, bazar siswa, hingga kegiatan zikir akbar bersama.
Ilham juga menegaskan bahwa seluruh kegiatan eksternal tersebut lahir dari aspirasi siswa dan dikelola langsung oleh organisasi kepanitiaan angkatan.
Pelaksanaan Gebyar Seni turut mendapat tanggapan positif dari otoritas pendidikan.
Pelaksana Tugas Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah yang membawahi Kabupaten Jeneponto dan Takalar menyebut kegiatan tersebut merupakan agenda tahunan yang lazim dilakukan sekolah.
Hal senada disampaikan Pemerhati Pendidikan Kabupaten Takalar, Drs. H. Muh Ali, M.Pd, yang menilai kegiatan tersebut merupakan wadah kreativitas siswa yang positif dan tidak bertentangan dengan esensi pendidikan.
Dengan demikian, pihak sekolah menegaskan bahwa kegiatan Gebyar Seni SMA Negeri 3 Takalar merupakan program pembinaan kreativitas siswa yang telah terjadwal secara rutin, dilaksanakan sesuai regulasi, serta tidak berkaitan dengan pungutan wajib sebagaimana isu yang sempat berkembang.











