Saat Wakapolres Sinjai Sedih di Rapat DPRD

  • Whatsapp

Wakapolres Sinjai saat ditemui setelah rapat dengar pendapat, dalam momen rapat ini dirinya mengklarifikasi tudingan terkait dirinya sambil menangis, (Dok. Zhar)

SINJAI, Suara Jelata—Rapat dengar pendapat dengan terkait persoalan Bantuan pangan non tunai (BPNT) di DPRD Sinjai menyisakan drama sedih dari wakapolres Sinjai. Kamis, (16/7/2020).

Bacaan Lainnya

Hal ini terjadi saat dirinya diberi kesempatan untuk memberikan pandangan adanya aspirasi dari Mahasiswa persoalan bantuan di Ruang paripurna DPRD Sinjai.

Dirinya turut diundang dalam rapat komisi I yang membahas aspirasi HMI Sinjai tentang klaim temuan mereka jika ada penyaluran beras tidak layak komsumsi di penerima.

Wakapolres Sinjai, Kompol. Sarifuddin menitikkan air mata saat mengklarifikasi tudingan jika dirinya ikut terlibat dalam tekhnis penyaluran BPNT.

Orang nomor dua di Polres Sinjai yang dikenal familiar dengam siapa saja ini membantah pemberitaan yang beredar jika dirinya terlibat dalam proyek bansos yang bermasalah.

Dia mengatakan dalam penyaluram Bansos ini hanya selaku Koordinator dalam Pengawalan, Pengamanan dan Pengawasan dalam penyaluran.

“Mau terlibat bagaimana, Suplayernya saja saya tidak kenal siapa orangnya. jadi soal Tekhnis tidak ada saya tahu sama sekali karena itu memang bukan tugas kami,” katanya.

Bahkan menurutnya, disetiap pertemuan dirinya selalu menekankan tiga poin, tiga komponen ini harus saling membangun komunikasi dan mengingatkan supaya program ini berjalan dengan baik karena yang kita mau bantu ini adalah masyarakat kecil.

“Saya ini kan manusia biasa, saya punya keluarga dan keluarga saya malu setelah membaca itu atas perbuatan saya berdasarkan asumsi, nama baik saya tercemar dan kehormatan saya diserang, padahal semua itu tidak benar,” kuncinya.

Zhar

loading...
  • Whatsapp