Berjuang Hidup di Sinjai, Warga Asal Palu Rela Berjualan Keripik

  • Whatsapp

SINJAI, Suara Jelata— Betapa miris jalan hidup Haji Hadi (65), yang terpaksa berjualan kripik demi menyambung hidup di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan. Selasa, (28/07/2020).

Dia mengaku harus meninggalkan daerah asal akibat sudah tidak ada lagi harta benda yang tersisa akibat bencana alam yang terjadi di kampung halamannya.

Bacaan Lainnya

Dia menjadi salah satu warga yang selamat dari peristiwa likuifaksi (pencairan tanah) yang banyak menelan korban jiwa di Kelurahan Petobo, Kecamatan Palu Selatan, Sulawesi Tengah, beberapa tahun Silam.

Dengan berpeluh keringat, dia menuturkan bahwa sehari-hari dia harus naik angkutan umum dari Bikeru, Sinjai Selatan untuk menjajakan jualannya di pelataran Dinas Kependudukan Dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Sinjai.

“Sudah beberapa hari saya berjualan di sini dan juga sangat bersyukur sekali karena mereka (Petugas) tidak sampai melarang,” katanya dengan suara tertahan.

Selain itu, dia juga menambahkan jika di Kabupaten Sinjai, dia hanya tinggal bersama istri lantaran ketiga anaknya sampai sekarang belum diketahui keberadaannya pasca tsunami itu terjadi.

“Saya sudah kehilangan tiga orang anak, meski sudah berusaha mencari tapi belum sempat ketemu,” imbuhnya.

Walau penghasilan yang didapatkan tidaklah seberapa setiap harinya, dia mengaku akan tetap berusaha bertahan hidup dengan cara berjualan kripik bawang.

Laporan: Tim SJ

loading...
  • Whatsapp