Sebelum Kecelakaan Maut di Batuboddong, Keluarga Korban Beberkan Tanda-Tandanya

  • Whatsapp

SINJAI, Suara Jelata— Kecelakaan maut yang mengakibatkan mobil mini bus merek Toyota Avanza nomor polisi DD 1452 GJ, terjun di Jurang di Batuboddong, Jalan Poros Sinjai- Bulukumba tepatnya di Dusun Jatie, Desa Samaturue, Kecamatan Tellulimpoe, Kabupaten Sinjai. Sabtu, (15/8/2020).

Identitas pengendara, Kaimuddin (75) dan mengalami luka memar dibagian dada sebelah kiri dan M. Tahrir (59), mengalami luka lecet dibagian kepala atas terasa sakit dileher belakang, di rawat di Puskesmas Samaenre.

Bacaan Lainnya

Lainnya, Sampara (55), Ali Sadikin (50), Badiheng (70), Indah Sari (65), Jamila (59), Hanafi (59), meninggal dunia.

Kasat Lantas Polres Sinjai, AKP. Abdul Rahim, menjelaskan, Mobil tersebut berpenumpang 8 orang dengan sopir, yang bergerak dari arah Selatan ke Utara dengan kecepatan tinggi.

“Saat penurunan kemudian hilang kendali saat memasuki tikungan sehingga terjatuh ke jurang dengan kedalaman Kurang lebih 30 meter,” ungkapnya.

Sebelum terjadi kecelakaan, ada beberapa hal yang terjadi sebelum berangkat, yang menurut warga Desa Baraya, merupakan tanda-tanda peringatan akan terjadinya sesuatu yang tidak diinginkan dilansir dari Terkini.id.

“Saat berlangsungnya korongtigi piring dan alas bahan korongtigi jatuh saat akan digunakan dan pada saat semua bahan yang akan dibawa ke mobil Alquran dan seperangkat alat salat jatuh di tangga,” ujar warga setempat.

Menurutnya, korban Sampara yang merupakan orang tua pengantin laki-laki berencana berangkat setelah salat subuh.

“Sebenarnya, Sampara mau berangkat setelah salat Subuh, tapi karena lebih banyak yang mau berangkat setelah acara korongtigi sehingga berangkatmi sekitar pukul 11.00 Wita,” ungkap warga yang enggang disebut namanya.

Sementara kejadian lain diungkapkan oleh Rabanai. Selain itu, kejadian yang tak pernah terjadi saat semua pengantar pengantin berangkat dari rumah pengantin laki-laki terjadi tadi malam.

“Saat semua berangkat tadi malam sekitar pukul 11.00 Wita, pengantin pria dilupa di dalam kamar. Lamami berangkatnya baru diingat, jadi pengantin dipesankan mobil,” kata Rabanai suami tante pengantin pria.

Menurut Rabanai, hal itu dilakukan saat ada yang menelepon ke keluarga menanyakan pengantin, saat itu mereka berada di Kabupaten Bulukumba.

“Pak imam sempat menelepon, cari pengantin pria, karena dia lupa, jadi saya cari pengantinnya. Saat saya tanya, pengantin masih di dalam kamar, pengantin laki-laki tidak tahu kalau pengantarnya sudah berangkat,” kuncinya.

Takwa

loading...
  • Whatsapp