DPC Hippmas Sinjai Borong Nilai Pengerjaan Jalan & Drainase di Batu Belerang Asal-asalan

  • Whatsapp

SINJAI, Suara Jelata— DPC Hippmas Sinjai Borong, menilai paket pengerjaan jalan dan drainase, di Dusun Mattirotasi, Desa Batu Belerang, Kecamatan Sinjai borong, Kabupaten Sinjai, yang bersumber dari dana pinjaman Pemkab senilai 185 Milyar dikerjakan asal-asalan. Sabtu, (29/08/2020).

Ketua DPC Himppmas Sinjai Borong, Andi Arwiansyah, mengatakan sesuai hasil advokasi di lapnagan, DPC Hippmas Sinjai Borong, menemukan beberapa keganjalan terkait proses pengerjaan.

Bacaan Lainnya

“Diantaranya penggunaan pasir laut yang memiliki tekstur kecil dan lembut sehingga cenderung memiliki daya lekat yang lemah pembangun talud yang berdiri tegak sehingga kurang kuat menjadi penyangga terlebih daerah tersebut rawan longsor,” ujarnya.

Lanjutnya, tidak adanya pasir urug dan batu kosong pada dasar talud serta tidak adanya papan proyek atau transparansi anggaran yang mempu menjadi pemicu tanda tanya warga setempat.

“DPC Hippmas sinjai borong meminta agar volume pekerjaan dapat dilanjutkan sesuai SOP apabila telah dilakukan pembenahan hingga nantinya tidak terjadi hal-hal yang merugikan,” tegasnya.

selain itu, Andi Arwiansyah, juga mengungkapkan akan menindaklanjuti masalah ini, apa bila tidak diindahkan oleh pihak terkait.

“Apabila permintaan tersebut tidak diindahkan kami para pemuda dan masyarakat tidak akan diam dan akan menindaklanjuti hal ini,” jelasnya.

Pihaknya juga berharap kepada anggota DPR, bisa terlibat dalam pengawasan apa lagi dalam hal ini Sinjai borong tidak kekurangan anggota DPR, komisi ataupun jarak bukanlah suatu alasan.

Kemudian pihaknya juga berharap masyarakat setempat bisa berpartisipasi langsung sebagai tukang utama, bukan malah mendatangkan dari luar, kesannya seperti jadi penonton di tanah sendiri.

“Hal ini dimaksudkan agar para pemuda dan juga warga setempat bisa sama-sama memastikan perkembangan pembangunan dengan baik,” tandasnya.

Senanda dengan hal itu, Andi Askar sebagai warga setempat juga meresahkan pengerjaan drainase tersebut yang dinilai jauh dari kelayakan.

“Sebagai salah satu orang yang melintasi jalan itu setiap harinya, saya sangat menyayangkan pengerjaanya yang asal-asalan, drainase yang telah mengering tidak bisa tahan lama, bahkan sekali injak beberapa sisinya akan ambruk” kuncinya.

Tim SJ

loading...
  • Whatsapp