Akibat Curah Hujan Tinggi Bangunan SD Negeri 3 Temanggung Ambruk

  • Whatsapp

TEMANGGUNG, Suara Jelata— Hujan deras yang mengguyur wilayah Kota Temanggung menyebabkan tembok di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 3 Temanggung roboh. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun kondisi gedung tersebut saat ini rawan terkena air hujan.

Kepala SDN 3 Temanggung Lilik Aryadi mengatakan, tembok yang roboh tersebut berada di ruangan yang biasanya digunakan sebagai tempat latihan kesenian bagi siswa. Selain tersimpan alat musik di ruangan tersebut juga banyak sekali buku-buku penting.

Bacaan Lainnya

“Untuk sementara ini barang-barang yang rawan rusak karena air sudah kami selamatkan lebih dulu,” tuturnya. Kamis,(14/01/2021).

Memang diakuinya, sebagian besar bangunan di SDN 3 adalah peninggalan zaman dulu, sehingga konstruksinya memang kurang kuat. Namun tanpa sebab yang berarti tembok juga tidak akan runtuh dengan tiba-tiba.

“Bangunan SDN 3 ini memang berbatasan langsung dengan rumah milik warga, ada salah satu bangunan milik warga itu yang sangat dekat dengan tembok. Sehingga ketika hujan turun air hujan semuanya ke tembok yang saat ini roboh,” tuturnya.

Menurut Lilik, ambrolnya tembok ruangan diperkirakan pada Rabu, (13/01/2021) dini hari. Beberapa material reruntuhan menimpa atap dapur dan kamar mandi milik warga sekitar yang sudah tidak digunakan.

Lilik memprediksi, ambrolnya tembok dikarenakan bangunan gedung yang sudah tua, juga akibat terpaan air hujan langsung.

“Usia bangunan pastinya, saya kurang begitu paham. Mungkin sejak 1940-an. Kondisinya pun dilihat bersama juga sudah memprihatinkan,” ujarnya.

Menurut Lilik, tembok yang ambrol diperkirakan sepanjang 10 meter dan tinggi 4 meter. Pihak sekolah mencatat, sudah ada 4 kali kejadian ambrolnya bangunan tersebut dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir.

Seperti jebolnya ruang gudang berada di sebelahnya pada beberapa tahun lalu. Hingga kini, bangunan tersebut belum bisa diupayakan untuk perbaikan mengingat termasuk cagar budaya.

“Langkahnya kami laporkan ke pemerintah kabupaten untuk mengajukan rehabilitasi. Karena ruangan ini tetap kami butuhkan untuk kegiatan penunjang pembelajaran ke depan. Bisa jadi nanti setelah direhab dan sudah layak lagi, bisa digunakan untuk pembelajaran,” katanya.

Pihaknya menaksir kerugian mencapai jutaan rupiah. Namun apabila dilakukan rehabilitasi, Lilik berharap tidak hanya membenahi tembok yang ambrol saja, tapi juga membenahi keseluruhan bangunan agar bisa lebih kokoh untuk sarana tempat berkegiatan.

“Tidak ada korban karena sekolah libur, sementara bangunan yang tertimpa sudah tidak digunakan lagi. Nanti, kalaupun mau membenahi, wujud bangunan juga harus sama dengan yang sebelumnya. Jadi agak repot,” kuncinya.

Agung Libas

  • Whatsapp
loading...