Nurfauziah, Anak Yatim Piatu Asal Sinjai Wakili Sulsel di Olimpiade Bahasa Jerman Tingkat Nasional

  • Whatsapp

SINJAI, Suara Jelata— “Bila ada kemauan pasti ada jalan” inilah ungkapan yang sering dijadikan cambuk dan motivasi bagi setiap orang walaupun dengan serba keterbatasan dan dukungan orang tua, tetapi dengan kemauan yang keras serta di imbangi dengan usaha (belajar) giat dan berdoa maka prestasi bisa tercapai.

Ilustrasi tersebut menjadi fakta secara nyata yang dialami oleh Nurfauziah, siswi kelas XI IPA1 SMAN 3 Sinjai yang berdomisili di Dusun Kolasa, Desa Kampala, Kecamatan Sinjai Timur.

Bacaan Lainnya

Nurfauziah yang berasal dari keluarga yang sederhana dan menjadi anak yatim piatu setelah kedua orang tuanya meninggal sejak tahun lalu. Namun dengan bimbingan tangan dingin dari guru bahasa Jerman di sekolahnya dan tekadnya yang kuat, anak bungsu dari tiga bersaudara ini mampu menorehkan prestasi lolos di babak final pada ajang Olimpiade Bahasa Jerman tingkat nasional tahun 2021.

Saat ditemui di sekolahnya, Fauziah tidak menyangka bisa lolos dibabak final dan mengalahkan ratusan siswa di Indonesia dalam hal keterampilan menggunakan bahasa Jerman. Selasa, (26/01/2021).

Menurutnya prestasi ini diraih berkat bimbingan dari Kepala Sekolah, Guru pembimbing serta motivasi, doa, dan dukungan dari keluarganya.

Fauziah yang dalam kesehariannya berjalan kaki sepanjang 2 km dari rumah menuju sekolahnya menceritakan alasan dirinya mengikuti olimpiade bahasa Jerman, karena dirinya tertarik dengan mempelajari bahasa asing selain bahasa inggris dan kagum dengan budaya yang ada di Jerman selain budaya sendiri yaitu budaya Indonesia.

Sebelum mengikuti lomba ini pihaknya telah melakukan berbagai persiapan dengan mengikuti arahan dan petunjuk dari sekolah serta mempelajari berbagai referensi terkait keterampilan berbahasa Jerman seperti kemampuan mendengarkan, kemampuan memahami, menulis dan berbicara.

“Intinya jika ingin berprestasi, tetap semangat dalam belajar meski dalam pandemi, usahakan belajar tidak monoton akan tetapi diselingi dengan aktivitas yang menarik supaya tidak stres dan satu lagi yaitu sharing(berbagi) dengan teman-teman melalui virtual,” ungkap Nurfauziah yang membagikan tips belajar yang dijalaninya selama ini.

Kesan Nurfauziah pada saat babak penyisihan adalah dapat mempelajari bahasa Jerman lebih dalam dan membuatnya lebih disiplin dalam membagi waktu sehari-hari, serta memiliki tekad yang kuat untuk bersungguh-sungguh meraih prestasi.

Taqwa

  • Whatsapp
loading...