Hari Lebaran Ketupat, Harga Daging Ayam di Sumenep Mengalami Kenaikan

  • Whatsapp

SUMENEP, Suara Jelata— Hari raya lebaran ketupat menjadi tradisi masyarakat Indonesia terutama masyarakat Jawa yang dirayakan setelah 7 hari pasca perayaan Idul Fitri 1442 H.

Perayaan lebaran ketupat ini ditandai dengan simbol jenis makanan dari beras yang dimasukkan ke dalam anyaman daun (janur) yang dibuat berbentuk kantong. Kemudian, beras dimasukkan ke dalam kantong janur dan dimasak, jadilah ‘ketupat’.

Bacaan Lainnya

Kemudian masyarakat biasanya membuat hidangan makanan seperti soto ayam, soto campur, kaldu kokot, dan lain lain yang bahan dasarnya terbuat dari ketupat

Masyarakat di Madura, biasanya salah satunya membuat soto yang bahannya salah satunya dari ayam. Sehingga di lebaran ketupat ini tak ayal masyarakat akan memburu ayam untuk membuat soto sebagai salah satu hidangan makanan favorit di lebaran ketupat.

Tidak heran, di hari lebaran ketupat, daging ayam kampung mengalami kenaikan tepatnya di Pasar Bangkal, Sumenep, Madura, Jawa Timur yang semula harga pada hari-hari biasa, harga ayam kampung Rp. 80.000 per kg, hari ini mencapai Rp 11.0000  per kg. Sedangkan daging ayam broiler berkisar Rp 38.000 per kg menjadi 44.0000 per kg.

Melambungnya harga daging ayam ini disebabkan karena perayaan hari lebaran ketupat, dimana permintaan daging ayam meningkat drastis seperti dalam teori ekonomi permintaan semakin banyak maka barang semakin sedikit.

Salah satu pembeli daging ayam di Pasar Bangkal tersebut, Ibu Samiatun merasakan harga daging ayam melambung tinggi disebabkan perayaan hari lebaran ketupat karena banyak masyarakat yang membutuhkan daging ayam sebagai hidangan soto, dan lain-lain.

“Meskipun mahal tetap dibeli karena butuh karena bertepatan pada momen lebaran ketupat ini, biasanya keluarga bikin soto ayam atau soto campur dengan bahan ketupat dan ayam, jadilah soto ayam atau soto campur,” katanya kepada awak media ini. Kamis, (20/05/2021).

Sementara Kepala Bidang Perdagangan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumenep, Ardiansyah Ali Shochibi mengakui naiknya harga komoditas daging ayam.

“Kenaikan harga itu lebih disebabkan tingginya permintaan konsumen apalagi di lebaran ketupat,” pungkasnya.

Penulis: Hanafi
Editor: Taqwa
  • Whatsapp
loading...