120 lembaga di Soppeng Peduli Palestina

  • Whatsapp

SOPPENG, Suara Jelata— Aliansi Pemuda dan Masyarakat Soppeng Peduli Palestina menggelar aksi solidaritas kemanusiaan bela Palestina. Sabtu, (22/05/2021).

Aksi dirangkaikan dengan Long March atau berjalan kaki dengan memeriahkan bendera Palestina sebagai bentuk dukungan semangat dan kepedulian kepada masyarakat dan negara Palestina dan sekaligus sebagai bentuk kecaman kepada Zionisme Israel yang telah melakukan pelanggaran HAM berat.

Bacaan Lainnya

Aliansi Pemuda dan Masyarakat Soppeng Peduli Palestina juga menggelar panggung ekspresi berbentuk orasi, pembacaan puisi, nyanyian dan pemutaran video kondisi Palestina.

“Semua bentuk ekspresi ini sebagai aksi kemanusiaan untuk Palestina dengan mengedepankan etika aksi dan ekspresi yang santun serta tidak mengandung unsur SARA dan tetap mematuhi protokol

kesehatan Covid-19,” kata Kordinator Aksi Hidiwijaya Ismail.

Penggalangan donasi juga dilakukan dengan dua acara yaitu melalui rekening dan sumbangan masyarakat secara langsung yang akan disalurkan ke Palestina melalui lembaga independen terpercaya untuk membantu kebutuhan masyarakat Palestina yaitu berupa obat-obatan, makanan, dan kebutuhan lainnya.

Aksi ditutup dengan pernyataan bersama dan pembacaan doa bersama mendoakan agar perdamaian di Palestina segera terwujud dan Palestina mendapatkan hak-haknya. Aksi juga

menyepakati sosialisasi hashtag atau tagar #SoppengForPalestine dan membuat twibbon di media sosial.

Diketahui, terdapat 120 lembaga/organisasi/komunitas di Kabupaten Soppeng yang tergabung dalam Aliansi Pemuda dan Masyarakat Soppeng Peduli Palestina yang mencakup beberapa organisasi masyarakat sipil, kepemudaan, perempuan, keagamaan, komunitas dan organisasi pelajar.

“Mengutuk keras serangan Israel atas Palestina yang menyebabkan ratusan, termasuk anak-anak dan perempuan meninggal dunia dan ribuan warga terluka pasca serangan Israel ke Palestina sepekan lebih ini,” ujarnya.

Menurut data PBB, total hampir 40.000 warga Palestina mengungsi dan 2.500 orang kehilangan tempat tinggal akibat pendudukan Israel atas Palestina.

Menanggapi situasi penyerangan dan pendudukan Israel atas Palestina, maka Aliansi Pemuda dan Masyarakat Soppeng Peduli Palestina membacakan pernyataan sikap yang dibacakan Andi Ikram mewakili Bupati Soppeng dan Aliansi yang isinya memuat

Mengecam keras aksi brutal Israel kepada Palestina yang telah dilakukannya selama

beberapa dekade sejak 1948 sampai 2021. Berdasarkan laporan Human Rights Watch di

bulan April 2021 mengkonfirmasi adanya tindakan apartheid dan persekusi

(penganiayaan) yang dilakukan oleh Israel terhadap Palestina sehingga Israel patut

disebut sebagai pemerintahan apartheid. Ini didukung bukti-bukti bahwa Israel telah

melakukan diskriminasi, pengusiran paksa sampai pada penghapusan etnis Palestina.

Israel melanggar semua pasal dalam Deklarasi HAM 10 Desember 1948.

Israel adalah negara yang paling sering melanggar hukum internasional.

Israel melanggar konvensi Jenewa. Israel melanggar perjanjian Oslo dan resolusi-resolusi PBB yang dikeluarkan PBB mengenai Israel Palestina

Mendesak PBB dan OKI memperjuangkan hak-hak Palestina.

Menggalang doa bersama dan solidaritas kemanusiaan untuk Palestina

Meminta pemerintah agar meneruskan kepada The International Criminal

Court (ICC) atau Mahkamah Pidana Internasional untuk melakukan penyelidikan atas agresi yang dilakukan Israel. Mulai dari berbagai peristiwa yang terjadi di Tepi Barat,

Gaza, dan Yerusalem Timur sejak Juni 2014.

Penulis: NA
Editor: Taqwa
  • Whatsapp
loading...