SK Pengangkatan Mantan Direktur PDAM Sinjai ‘SR’ Cacat Prosedur, Inspektorat Ungkap Juga Upaya Grativikasi

  • Whatsapp

SINJAI, Suara Jelata—Inspektur inspektorat Sinjai Andi Adeha Syamsuri, membeberkan adanya upaya dugaan gratifikasi yang dilakukan mantan Direktur PDAM Sinjai Suratman kepada Bupati ASA yang nilainya sebesar Rp20 Juta.

Hal ini diutarakannya saat jumpa pers dengan sejumlah awak media di Kantor Dinas Kominfo Sinjai. Selasa, (25/5/2021).

Bacaan Lainnya

“Betul itu sudah dilaporkan Pak Bupati ke KPK melalui kami (Inspektorat), ada penyerahan yang dilakukan oleh saudara SR ke pak Bupati, “ungkapnya.

Dalam konferensi pers tersebut yang dihadiri Plt Kabag Perekonomian dan SDA Setdakab Sinjai, Andi Tenri Rawe Baso, juga mengungkap asas legalitas pengangkatan direktur PDAM 2018-2023 yang dianggap cacat prosedur.

Sebab, SR sebelum diangkat menjadi direktur tidak menyampaikan dokumen kontrak kinerja dan realisasi kinerja pada periode sebelumnya tahun 2014-2018 yang menjadi bahan penilaian bagi pengambil kebijakan sebelum diangkat kembali menjadi direktur.

Bahkan SR telah membuat pernyataan bahwa tidak pernah menandatangani kontrak kinerja tahun 2014-2018, begitupun dengan realisasi atas kontrak kinerjanya.

Namun hanya menyampaikan dokumen rencana bisnis 2017-2022, rencana kerja dan anggaran laporan keuangan tahunan dan surat perjanjian kinerja.

“Pengangkatan kembali SR sebagai direktur periode 2018-2023 tanpa melalui pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan sehingga pada hasil pemeriksaan inspektorat menyimpulkan bahwa SK pengangkatan dan penetapan kembali SR sebagai direktur PDAM tidak sesuai prosedur,” jelasnya.

Dalam jumpa pers ini, Kadis Kominfo Sinjai, Tamsil Binawan, mengatakan juga jika pernyataan yang dilontarkan oleh SR itu tidak benar adanya.

SR mengatakan jika dirinya pernah dimintai fee 10% dari dana hibah 3 miliar oleh AW yang disebutnya karena suruhan Bupati Sinjai, isu ini menjadi viral di medsos yang diunggah oleh FB (Facebook) atas nama Anca Mayor.

Tamsil menegaskan ini hanya asumsi atau dugaan yang mencatut nama Bupati seperti yang disampaikan di media sosial.

“Semua itu tidak benar karena Bapak Bupati Sinjai tidak mengetahui adanya pertemuan antara AW dan SR dan Bupati tidak pernah memerintahkan kepada AW untuk menemui SR atas dugaan tersebut, seperti di media sosial yang beredar yang mengatakan bahwa Bupati meminta fee lewat pesan WhatsApp kepada saudara AW terkait dana hibah, semuanya itu asumsi,” kuncinya.

loading...