Kemendagri: Bimtek Pengelolaan Aset Berbasis Sipades 2.0 Sangat Dibutuhkan Pemdes di Sinjai

  • Whatsapp

SINJAI, Suara Jelata—Bimbingan Teknis (Bimtek) pengelolaan aset Desa berbasis aplikasi Sipades versi 2.0 online yang diikuti oleh Kepala Desa se-Kabupaten Sinjai di Aula Hotel Almadera, kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan dinilai sangat besar mamfaatnya bagi pengembangan SDM di Desa. Jumat, (4/6/2021).

Hal ini diutarakan oleh, Aulia ull hafid, Analis perencanaan program dan kegiatan Kemendagri yang ikut menjadi pemateri pada kegiatan yang berlangsung selama 4 hari kedepan ini.

Bacaan Lainnya

Apalagi Sinjai merupakan ke 2 di Sulawesi Selatan yang diadakan bimtek Sipades ini.

“Kita tidak melihat satu sisi, lihatlah lebih kepada manfaat yang diberikan oleh teman di Desa. Dari kami Kemendagri dapat menegaskan bahwa hal-hal seperti ini tidak dilarang namun bahkan dianjurkan. Kami baru-baru ini mengeluarkan surat edaran yang ditanda tangani oleh pak dirjen langsung, disitu menyebutkan bahwa silahkan melakukan Bimtek, pelatihan, sosialisasi apapun bentuknya dengan bekerja sama dengan penyelenggara, namun dengan sepengetahuan pemerintah daerah,” katanya.

Memang hal ini Kata Aulia, apalagi khususnya di Desa ini sangat dibutuhkan, lahirnya undang-undang 6 ini betul-betul luar biasa.

Aplikasi Sipades 2.0 berbasis online merupakan aplikasi resmi yang dkeluarkan oleh Pemerintah dan penggunaannya bersifat gratis, dibutuhkan dalam hal pemerintah desa mengelola aset desa secara cepat, tepat, akurat serta efektif dan efisien dalam kerangka pertanggungjwaban pengelolaan aset desa.

“Urgensi dilaksanakannya bimtek aplikasi pengelolaan aset desa berbasis online adalah mendukung program pemerintah dalam hal penataan aset desa secara menyeluruh mulai dari tahap perencanaan, pengadaan, penggunaan, pemanfaatan, pengamanan, pemeliharaan, penghapusan, pemindahtanganan, penataushaan, pelaporan penilaian , pembinaan, pengawasan dan pengendalian sehingga menghasilkan tata kelola aset desa sesuai dengan asas fungsional, kepastian hukum, keterbukaan, efisiensi, akuntabilitas dan kepastian nilai,” bebernya.

Bimtek aplikasi sipades 2.0 berbasis online dibutuhkan untuk pengenalan serta tata cara penggunaan aplikasinya oleh pemerintah desa dalam upaya menertibkan tata kelola aset di desa.

“Sehingga diharapkan setelah bimtek ini pemerintah desa dapat menerapkan sepenuhnya penggunaan aplikasi ini untuk menginventarisir aset desa dalam kerangka pendayagunaan dan memaksimalkan potensi potensi yang ada di desa berupa aset desa,” terangnya.

Terpisah, pengurus APDESI Sinjai, Abib Al Mumin Mappasara menuturkan Bimtek ini sangat diperlukan oleh perangkat desa utamanya pengelolaan aset.

“Ini adalah hal yang sangat dibutuhkan oleh desa, kmemang harus dilakukan apalagi karena akhir dari jabatan kepala desa dari 54 kepala desa, perlu diperjelas aset-asetnya, dalam hal menginfertarisasi aset-aset yang ada,” tuturnya.

Selain itu di Desa memang harus diadakan latihan terus menerus, karena mungkin saja di salah satu desa ada yang berganti personil/ roling posisi. Ini salah satu upaya kita dalam melakukan pembinaan.

Sekedar diketahui kegiatan ini diadakan oleh Lembaga Pengembangan Otonomi Daerah (LPOD) yang dikenal sangat profesional dalam mengelola pelatihan bekerjasama dengan Dinas PMD Kabupaten Sinjai dan pesertanya di fasilitasi oleh APDESI Sinjai.

loading...