Tahun Ajaran Baru di Tengah Pandemi, Pembelajaran Tatap Muka di Pamekasan Tetap Digelar Terbatas

  • Whatsapp
Kepala Disdikbud Pamekasan, Akhmad Zaini

PAMEKASAN, Suara Jelata— Memasuki tahun ajaran baru 2021-2022 dalam Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di tengah pandemi, untuk semua jenjang pendidikan di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, tetap menggelar Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas pada bulan Juli.

Kepala Disdikbud Pamekasan, Akhmad Zaini menyebut bahwa Kabupaten Pamekasan berada di zona kuning dan hijau, sehingga tahun ajaran baru mendatang bakal digelar dengan pembelajaran tatap muka secara terbatas.

Bacaan Lainnya

“Kebijakan ini dilakukan telah sesuai dan mengikuti aturan SKB 4 Menteri. Artinya, daerah dengan peta sebaran Covid-19 berada di zona kuning bisa menjalankan pembelajaran tatap muka terbatas 50 persen” katanya. Jumat, (04/05/2021).

Akhmad Zaini menjelaskan, akan memberi kebebasan untuk menentukan PTM ini dengan beberapa ketentuan, dengan syarat persetujuan Komite Sekolah dan izin orang tua siswa. Untuk zona hijau baru bisa PTM 100 persen.

Lebih lanjut, ia menyebut pandemi Covid-19 bukan hanya berdampak pada metode belajar dalam tatap muka, akan tetapi juga berpengaruh pada kurikulum pembelajaran. Sebab ada pengurangan jam pelajaran dan jumlah siswa.

“Jam pelajaran setiap sekolah di bawah naungan Disdikbud Pamekasan, dibatasi 50 persen dan siswa yang masuk juga dibatasi 50 persen” jelasnya.

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran baru, tambah Zaini sapaan akrabnya, akan dilaksanakan dengan sistem offline dan online.

“Kami berharap masyarakat mengikuti PPDB secara online karena masih di masa pandemi Covid-19. Lagi pula agar tidak menciptakan kerumunan, karena hal itu juga sama dengan sistem offline” terangnya.

Dalam pelaksanaan pembelajaran tersebut, Zaini juga mengingatkan, pembelajaran di masa pandemi Covid-19 seperti sekarang ini sangat membutuhkan peran orang tua dan masyarakat, sebab peran guru saat ini sangat terbatas.

“Penting sekali adanya pembinaan dan pengawasan dari orang tua bagi anak-anak” ujarnya.

Sebab, guru hanya melaksanakan tugasnya 50 persen di saat pandemi Covid-19 ini.

“Selebihnya saat di rumah, peran orang tua sangat dibutuhkan untuk memberikan edukasi terhadap anak-anaknya” pungkasnya.

Penulis: Hanafi
Editor: Aisyah
  • Whatsapp
loading...