UINSA Gelar Wisuda ke 95, Khosnol Khotimah Jadi Wisudawati Terbaik Fakultas Syariah dan Hukum

  • Whatsapp

SURABAYA, Suara Jelata— Menjadi wisudawan-wisudawati terbaik merupakan impian dari kebanyakan mahasiswa/i yang akan mendapatkan gelar sarjana baik sarjana S1, S2, maupun S3. Butuh perjuangan yang panjang keluar menjadi mahasiswa/i berprestasi dengan IPK nilai tertinggi.

Sebab mahasiswa/i harus bersaing dengan mahasiswa/i lainnya untuk memperoleh gelar wisudawan/i terbaik. Salah satunya yang dialami oleh mahasiswi Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) keluar menjadi wisudawati terbaik di Jurusan Fakultas Syariah Prodi Hukum Keluarga Islam (HKI) yaitu Khosnol Khotimah.

Bacaan Lainnya

Wisuda program sarjana ke 95 Universitas Islam Negeri Sunan Ampel. Surabaya (UINSA) semester genap yang digelar secara daring dan luring bagi wisudawan/i terbaik ini menetapkan Khosnol Khotimah keluar sebagai wisudawati terbaik dengan perolehan IPK 3, 83 dari 118  mahasiswa/i Fakultas  Syariah dan Hukum.

Wisuda secara luring ini hanya bagi mahasiswa/i terbaik dengan IPK tertinggi yang berlangsung di Sport Centre UINSA. Selasa, (08/06/2021) .

Khosnol Khotimah Mahasiswi asal Desa Pangarangan Kecamatan Kota Kabupaten Sumenep ini mengaku bersyukur atas raihan yang dicapai sebab butuh perjuangan yang panjang sehingga keluar sebagai yang terbaik.

“Sangat bersyukur karena telah menjadi mahasiswa berprestasi akademik dan non akademik,” katanya kepada reporter Suara Jelata. Rabu, (09/06/2021).

Mahasiswi cantik yang juga sering menjuarai lomba debat hukum tingkat nasional ini mengaku tips lulus tepat waktu dalam menyelesaikan program sarjana selama 3 tahun setengah ini adalah memanfaatkan waktu sebaik mungkin terutama dalam penyelesaian skripsi.

“Bagaimana mahasiswa/i harus bisa menyiapkan judul skripsi sedini mungkin, dan mengusahakan setiap mata kuliah tidak pernah mengulang,” ujarnya.

Mahasiswi perantau ini menjelaskan bahwa dibalik kesuksesannya keluar sebagai wisudawati terbaik ada orang-orang yang berperan penting dalam hidupnya.

“Orang tua dan keluarga dekat, menjadi motivasi tersendiri saat merantau di kota orang,” terangnya.

Khosnol Khotimah yang juga merupakan Kohati Komisariat Hukum ini mengaku selama aktif kuliah, aktif di beberapa organisasi seperti organisasi debat (law debate community), HMI dan beberapa organisasi lainnya sehingga dirinya bisa publik speaking.

Dirinya pun berharap setelah selesai melangsungkan wisudawan/i dapat bersaing di tengah masyarakat.

“Mudah mendapatkan kerja dan bisa bersaing di tengah-tengah masyarakat, terus semangat, dan menjadi mahasiswa yang mampu beradaptasi dengan masyarakat,” kuncinya.

Diketahui sederet prestasi yang pernah diraih, juara 2 debat hukum alauddin law fair tingkat nasional, juara 2 debat hukum trunojoyo law fair tingkat jatim, juara 1 debat hukum syariah bersyiar tingkat jatim, juara 1 debat hukum IAIT Kediri tingkat jatim, dan kontributor terpilih antologi cerpen tingkat nasional.

Penulis: Hanafi
Editor: Taqwa
  • Whatsapp
loading...