Kadis PMD Sinjai Blak-Blakan di DPRD, Soal Diminta Dievaluasi Bupati

  • Whatsapp

SINJAI, Suara Jelata—Kepala Dinas PMD Kabupaten Sinjai, Andi Haerani Rasyid mengatakan, kegiatan studi banding yang dilakukan oleh beberapa kepala desa di Sinjai ke Ponggok, Polangharjo, Jawa Timur beberapa waktu lalu, murni program kerja Apdesi.

Di mana menurut Andi Haerani, sudah sesuai dengan prosedur yang ada, sekaligus keikutsertaan Kadis PMD itu karena, diundang oleh Apdesi.

Bacaan Lainnya

Hal tersebut diungkapkan, pada saat RDP bersama Komisi 1 Anggota DPRD, di Ruang Rapat Kantor DPRD Sinjai. Kamis, (17/06/2021).

“Terkait studi banding yang dilaksanakan beberapa kepala desa, itu adalah murni program dari pada Apdesi,” Kata Kadis PMD.

Lebih lanjut Haerani sapaan mengatakan, apalagi juga telah disampaikan oleh pihak Apdesi yakni, perencanaan tersebut sudah dua tahun direncanakan.

Hanya saja, karena adanya pandemi COVID-19 baru kali ini dilaksanakan.

“Sedangkan keikutsertaan Saya selaku Kepala Dinas PDM, kami diundang secara tertulis oleh teman-teman Apdesi selaku pembina dari pada pemerintahan desa, bersama dengan Pak Asisten 1 sebagai jalur koordinasi dan leading sektor dari pemerintahan desa,” jelasnya.

Selanjutnya Haerani bilang, diketahui bersama anggaran yang digunakan Apdesi itu jelas.

“Karena mereka merencanakan di Rencana Kerja Pemerintahan Desa (RKP Des) yang kemudian dituangkan ke APB Des. Tentunya sebelum dituangkan ke dalam APB Des itu, terdapat musyawarah, disetujui dan disepakati oleh BPD masing-masing desa,” paparnya.

Begitu pun tambah Haerani, masalah pengelolaan keuangan itu menjadi kewenangan desa itu sendiri.

“Sehingga apa yang dilakukan oleh beberapa kepala desa itu jelas, apalagi kami dituntut adanya peningkatan sumber daya manusia,” ucapnya.

Tidak hanya itu, Haerani juga bilang kemarin juga disorot, kenapa mesti diakhir masa jabatan kepala desa, baru dilaksanakan studi banding.

“Saya selaku Kepala Dinas PMD Sinjai, menurut saya itu bagus dilaksanakan di akhir masa jabatan. Agar supaya dapat meninggalkan kesan yang bagus di akhir masa jabatan. Begitu pun, jika terdapat hal-hal positif yang di adopsi dari hasil kunjungan, tentunya dapat dilanjutkan dengan kepala desa yang baru,” imbuhnya.

Selain itu Dinas PMD juga disorot terkait memboyong sejumlah kepala desa dan memfasilitasi, sehingga perlu dievaluasi.

“Itu merupakan pernyataan yang tidak tepat, karena apa yang mesti dievaluasi terhadap Dinas PMD. Apalagi saya ini, baru satu bulan lebih menjabat sebagai kepala dinas PMD,” terangnya.

Ia juga bilang, studi banding itu hanya berlangsung selama dua hari, sedangkan di media tertulis agar Bupati mengevaluasi kepala dinas PMD.

“Tentu saja pernyataan tersebut mengundang pertanyaan, apa sebenarnya kesalahan kami. Apalagi, yang dilakukan Apdesi ini sudah jelas mulai dari anggaran dan prosedurnya. Anggarannya jelas sudah dituangkan dalam APB Des, sudah direncanakan melalui RKP Des kemudian diaksestensi melalui opd terkait. Apalagi yang perlu dievaluasi. Sekaligus, anggarannya itu, dianggarkan dan tidak semua kepala desa ikut studi banding, hanya kepala desa yang ada anggarannya,” bebernya.

Tidak sampai di situ, dia juga membahas terkait masalah Pilkades yang dianggap tidak jalan.

“Siang malam kami bersama teman-teman memaparkan masalah Perbup, untuk diselesaikan. Karena kata demi kata itu harus kita baca baik-baik jangan sampai tidak sesuai dengan regulasi,” tambahnya.

Kembali dia bilang, perlu di ingat, kepala dinas PMD saat ini, baru 1 bulan lebih menjabat.

Untuk jadwal Pilkades itu sebenarnya, jadwalnya bulan februari sudah harus jalan. Hanya saja, molor karena ada penyelesaian Perbub.

“Itu Perbubnya siang dan malam dibahas, bahkan sampai malam kita pemaparan. Olehnya itu, Perbub Pilkades ini insya Allah saat ini, kita dalam tahap finishing. Kemudian segera akan dikonsultasikan ke Biro Hukum Provinsi karena begitu prosedurnya,” tutupnya.

Sementara itu Ketua Apdesi, Andi. Asis Soi juga menjelaskan, kedatangan Kepala Dinas PMD dan asisten pemerintahan, itu berdasarkan undangan Abdesi.

“Kegiatan ini murni kegiatan Apdesi, Bu Kadis dan Asisten 1 Setdakab Sinjai, itu hanya sebagai pendamping sehingga kami undangan ke sana. Persoalan ini, murni Abdesi tidak ada kaitannya dengan Dinas PMD,” kuncinya.

loading...