Karyawan SPPBE PT. Sumber Gas Pratama di Sinjai Mengaku Gajinya Dipotong Tidak Jelas

  • Whatsapp

SINJAI, Suara Jelata— Gaji karyawan Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE) PT. Sumber Gas Pratama di Jalan Poros Sinjai-Bulukumba, Desa Gareccing, Kecamatan Sinjai Selatan, Kabupaten Sinjai mengaku dipotong tanpa ada kejelasan dan tujuannya. Sabtu, (4/9/2021).

Salah satunya Rahmat Hidayat, dia merupakan Satpam mengatakan tidak sesuai dengan Gaji yang ditandatangani dengan yang diterima.

Bacaan Lainnya

Dia menceritakan awalnya pada bulan pertama dia menerima gaji Rp. 1.250.000, Kemudian kami lagi tandatangan dua kali dengan nominal 1.250.000 dan 3.100.000 dibulan ketiga dan keempat tidak ada bukti nominal gaji yang diterima tetapi sudah tandatangan.

Sama halnya Yusril Asdar selaku Operator mengatakan bahwa dirinya juga bertandatangan ada dua bukti Penerimaan gaji Yang pertama 1.250.000 dan kedua 3.100.000 yang dilaporkan ke pihak Pertamina.

“Padahal yang kami terima 1.250.000 seharusnya yang kami terima 3.100.000 setiap perbulannya,” bebernya.

Olehnya itu dia heran kenapa ada dua bukti ditandatangani dengan nominal yang berbeda dan yang terakhir dia terima tidak tercantum angkanya.

“Kami bekerja disini bukan sekedar kerja tapi jelas dikontrak kerja,” terangnya.

Dia meminta klarifikasi dan menuntut Perusahaan Agar gajinya sesuai dengan Upah Minimum Pekerja (UMP) di Sulawesi Selatan sesuai dengan Surat Edaran Menteri Ketenagakerjaan Nomor M/11/HK.04/X/2020 tentang Penetapan Upah Minimum Baru Tahun 2021 di Masa Pandemi Covid-19 dan memfasilitasi dalam BPJS Ketenagakerjaan.

Terpisah, pihak SPPBE PT. Sumber Gas Pratama, Sigit Saputra Karsa membantah ada pemotongan gaji.

“Jika ada pasti sudah banyak yang keluar karyawan saya dan kalau yang mengundurkan ada satu orang cuma kami sudah ketahui alasannya dan sudah dikonfirmasi kepada kami,” kuncinya.

Penulis: Hutomo
Editor: Taqwa
  • Whatsapp
loading...