Sendang Maren, Pemandian di Lereng Merbabu Dengan Air Berwarna Biru

  • Whatsapp

MAGELANG, Suara Jelata – Lereng gunung Merbabu menyimpan banyak lokasi alami yang layak dikunjungi, seperti di wilayah Sawangan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Selain air terjun Kedung Kayang di Desa Wonolelo, Grojogan Kapuhan, ternyata juga ada Sendang Maren yang eksotik.

Sendang Maren yang berada di Dusun Semaren, Desa Sawangan ini memiliki air jernih dan tampak berwarna biru kehijauan. Seakan tak pernah surut dan selalu segar untuk mandi dan berenang.

Bacaan Lainnya

Akses menuju lokasi ini sejalur ke arah wisata Gardu Pandang Ketep Pass. Jika pengunjung dari arah Kota Magelang perjalanan sampai di pertigaan Blabak, belok ke kiri. Bila dari arah Yogyakarta, sampai di pertigaan Blabak, belok kanan menyusuri jalan menuju arah Ketep Pass Sawangan.

Kemudian mereka yang datang dari arah Boyolali melewati Selo, setelah pertigaan Ketep Pass ke kiri nantinya sebelum sampai di SMP Negeri 1 Sawangan, belok kanan menyusuri jalan dusun. Pengunjung nantinya akan menemukan papan penunjuk ke arah Sendang Maren.

Bagi pengunjung yang datang bisa menempuh ke lokasi Sendang Maren dengan sepeda motor atau mobil pribadi. Di lokasi pemandian, cukup dengan membayar jasa parkir pengunjung bisa menikmati segarnya air Sendang Maren.

Menurut Sekretaris Desa Sawangan, Suwartadi, pemandian ini memanfaatkan air limpasan. Yang mana sumber mata airnya dimanfaatkan dan dikelola PDAM Tirta Gemilang Kabupaten Magelang.

“Mata air Sendang Maren sebagian besar diambil PDAM Kabupaten Magelang. Limpasan air dialirkan ke penampungan yang dibangun dan dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai tempat mandi (pemandian), kemudian sisanya untuk mengairi lahan pertanian,” katanya, Rabu (06/10/2021).

Suwartadi mengungkapkan, tanah sekitar ada yang dibebaskan oleh PDAM. Kemudian untuk perlindungan mata air, PDAM melakukan penanaman pohon untuk penghijauan lokasi.

“Sesuai Perda, untuk Desa Sawangan rata-rata setiap bulan menerima 10 sampai 11 juta rupiah dari PDAM. Itu sebagai kompensasi untuk daerah-daerah yang mata airnya diambil oleh PDAM,” ungkap Suwartadi. (*)

loading...