Operasi Zebra Candi 2022, Polda Jateng Kedepankan ETLE Dalam Menindak Pelanggaran

Berita | DAERAH

SEMARANG JATENG, Suara Jelata – Polda Jawa Tengah menggelar Operasi Zebra Candi 2022 mulai hari ini hingga dua pekan ke depan. Selama pelaksanaan operasi, polisi tidak mengadakan razia stasioner di jalan raya.

Wakapolda Jateng Brigjen Pol Abioso Seno Aji mengatakan Operasi Zebra Candi 2022 yang digelar selama dua pekan itu, mengedepankan upaya-upaya edukatif, preventif, serta pre-emtif.

“Untuk penindakan, penegakan hukumnya dilakukan menggunakan Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE),” kata Wakapolda usai upacara gelar pasukan di Mapolda, Senin (03/10/2022).

Brigjen Abi menjelaskan, Operasi Zebra Candi 2022 yang digelar bukan untuk menakut-nakuti masyarakat dan aparat kepolisian tidak akan melakukan razia di jalan. Bahkan, tindakan razia di jalan tidak lagi dilakukan karena saat ini eranya adalah teknologi menggunakan ETLE.

Menurutnya, petugas ataupun mobil dinas kepolisian sudah dilengkapi kamera yang nanti merekam setiap pelanggaran lalu lintas dari masyarakat.

“Artinya sekarang sudah bukan eranya lagi petugas lalu lintas, melakukan operasi dengan stationer. Berhenti di satu ruas jalan kemudian memasang papan petunjuk sedang dilaksanakan operasi kepolisian, sudah bukan seperti itu terapannya. Jadi kami melakukan secara mobile. Jadi tidak lagi stationer tapi mobile,” kata Wakapolda

Lebih lanjut, dia meminta kepada masyarakat yang masih mendapati ada anggota polisi yang menggelar razia di jalan untuk melapor ke Polda Jateng.

“Apabila ada oknum polisi yang berdiri di bawah pohon atau sembunyi di tikungan, dan menghentikan pengendara saat melintas bisa melapor ke Polda Jateng,” terangnya

Dijelaskannya, Opera Zebra Candi 2022 juga dilaksanakan sebagai upaya menekan angka kecelakaan lalu lintas di jalan.

Data jumlah kecelakaan lalu lintas saat digelar Operasi Zebra Candi 2021 sebanyak 605 kejadian. Angka tersebut naik dibanding tahun sebelumnya yang hanya 380 kejadian.

Sedangkan jumlah korban meninggal dunia di 2021 tercatat ada 31 orang, naik 19 persen dibanding periode tahun sebelumnya yang hanya 26 orang.

“Menekan angka kecelakaan lalu lintas tidak hanya tugas polisi saja, tapi juga ada peran aktif dari masyarakat untuk tertib dan tidak melakukan pelanggaran lalu lintas. Ada 90 persen kasus kecelakaan yang terjadi itu penyebabnya karena kelalaian pengendara,” pungkasnya. (Iwan)

Dapatkan update berita pilihan setiap hari dari suarajelata.com.

Mari bergabung di Halaman Facebook "suarajelata.com", caranya klik link Suara Jelata, kemudian klik ikuti.