Pimpin FPRB Brebes, Paramitha Widya Kusuma Ajak Masyarakat Jaga Lingkungan dan Kelestarian Bumi

DAERAH

 

BREBES JATENG, Suara Jelata – Ketua Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) Kabupaten Brebes, Paramitha Widya Kusuma mengatakan tentang perlunya mengedukasi masyarakat dalam penanggulangan dan pencegahan bencana alam, mengingat di Kabupaten Brebes kerap terjadi bencana alam terutama untuk Daerah-Daerah rawan seperti Brebes selatan maupun utara.

Hal tersebut disampaikan Paramitha Widya Kusuma yang juga anggota DPR RI dari Fraksi PDIP usai menggelar rapat kerja FPRB di King Royal Hotel, Jl Jenderal A. Yani no 79 Sangkalputung, Kecamatan Brebes, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Sabtu (19/11/2022)

Menurut Paramitha Widya Kusuma atau Mbak Mitha, kehadiran FPRB ini yakni untuk mengurangi resiko dan penanggulangan sebelum terjadinya bencana alam.

“Apa saja sih yang harus diketahui masyarakat, misal terjadi musibah banjir, masyarakat harus bisa berenang, ajarkan anak-anak kita ini sedari kecil untuk bisa berenang, jadi kalau terjadi musibah mereka sudah bisa menyelamatkan dirinya sendiri,” jelas Paramitha.

Kemudian, lanjut Paramitha, persoalan sampah juga sangat berpengaruh mengakibatkan banjir, maka dari itu Ia meminta agar masyarakat tidak membuang sampah sembarangan.

Selain itu, menurut Dia, masyarakat juga harus mengetahui tentang tanaman yang bisa menyerap air dengan baik.

“Supaya bumi dan lingkungan ini tetap terjaga kelestariannya,” ujarnya.

Paramitha menyebut, dirinya bersama tim FPRB akan melakukan tindakan nyata dalam upaya pengurangan resiko, penanggulangan bencana bahkan memberikan bantuan kepada korban bencana.

“Saat ini juga kami akan mengunjungi korban yang terkena banjir di Jatibarang, mungkin kita bisa melihat disana apa saja yang perlu kita bantu akan disiapkan oleh Tim FPRB,” bebernya.

Sementara itu, pengurus FPRB Azmi A Majid menyampaikan mengenai kebencanaan dan pentahelix dalam penanggulangan bencana di Indonesia. Menurutnya, bencana selalu beririsan dengan seluruh kehidupan masyarakat. Oleh karena itu, Azmi menegaskan bahwa bencana menjadi urusan bersama.

“Semua pihak wajib memiliki kesadaran kolektif akan kepedulian terhadap bencana, membutuhkan kolaborasi dengan lima elemen pentahelix penanggulangan bencana,” ujarnya.

“Pentahelix dimaknai sebagai kerangka kerja dalam berkegiatan dan berkarya agar lebih maksimal, khususnya dalam konteks penanggulangan bencana di Indonesia,” sambungnya.

Pentahelix di sini, lanjut Azmi, adalah pihak atau helix yang memiliki peran, kepentingan maupun karakternya. Lima unsur terdiri dari pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi atau pakar dan media massa, itu semua merupakan kerangka kerja yang perlu diaplikasikan di lapangan.

“Semoga dengan adanya Forum Pengurangan Risiko Bencana FPRB Kabupaten Brebes yang diketuai oleh Mbak Mitha (Paramitha Widya Kusuma) bisa menjadi acuan gerak dalam penanganan bencana khususnya di Kabupaten Brebes,” pungkas Azmi Majid yang juga tokoh pergerakan kemanusiaan Brebes. (Olam)

 

 

 

Dapatkan update berita pilihan setiap hari dari suarajelata.com.

Mari bergabung di Halaman Facebook "suarajelata.com", caranya klik link Suara Jelata, kemudian klik ikuti.