MAKASSAR, Suara Jelata—Program pro rakyat yang dicetuskan Bupati Sinjai, Andi Seto Asapa (ASA), sejak memimpin Kabupaten Sinjai menjadi topik utama pembahasan dalam kunjungan silaturahminya ke redaksi Fajar, Minggu (16/7/2023) malam.
Banyak program yang dipaparkan orang nomor satu di Kabupaten Sinjai, ini salah satunya di bidang pendidikan, seperti pemberian bantuan seragam sekolah gratis beserta alat tulis, dan perlengkapan lainnya, hingga program pemberian beasiswa mahasiswa berprestasi dan penyelesaian studi.
Program unggulan di bidang pendidikan ini dipaparkan Bupati ASA didampingi Kadis Kominfosandi Sinjai, Dr. Mansyur dan Kadis Pendidikan Sinjai, Irwan Suaib dihadapan dewan redaksi Fajar, Faisal Syam bersama jajarannya di ruang redaksi Fajar lantai 4 Graha Pena, Makassar.
Menurut Bupati ASA, program tersebut merupakan program yang sangat strategis. Saking dianggap strategisnya, program ini setiap tahun direalisasikan hingga tahun terakhir atau periode kepemimpinan Bupati ASA di tahun 2023.
Bantuan ini mulai dari seragam sekolah, tas, buku tulis, topi, ikat pinggang, dasi hingga jilbab bagi siswi perempuan. Total siswa yang tersentuh program ini mencapai 33.067 siswa mulai tingkat Sekolah dasar (SD), dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Sederajat dengan alokasi anggaran Rp 13,5 miliar.
Dia membeberkan awal program ini dicetuskan karena masih banyaknya angka putus sekolah, meski program sekolah gratis telah berlaku. Hal ini diakibatkan banyaknya orang tua siswa yang tidak mampu membeli baju seragam dan perlengkapan sekolah lainnya.
“Awalnya memang kita cetuskan untuk meringankan beban orang tua siswa lewat bantuan seragam gratis karena masih banyak siswa yang putus sekolah atau enggan sekolah karena malu tidak punya seragam atau tidak mampu. Makanya kami cetuskan, jadi semua siswa baru jenjang SD dan SMP mendapatkan seragam dan perlengkapan sekolah gratis,” ucapnya.
Program lainnya di bidang keagamaan, seperti pemberian hibah Masjid dan Pondok Pesantren (Ponpes) hingga pemberian insentif bagi petugas keagamaan, yakni 3.209 orang setiap tahun yang terdiri dari 800 guru mengaji, 720 imam masjid, 720 petugas riayah, 80 imam desa/kelurahan, 720 muadzin, 160 pemandi jenazah dan 9 petugas penjaga makam.
Tak hanya itu, program unggulan bidang keagamaan lainnya adalah mencetak penghafal Al-Qur’an 30 juz dengan melibatkan Ponpes di Kabupaten Sinjai dengan jumlah peserta 20 per tahun bersumber dari APBD Sinjai. Sementara tahun keempat kepemimpinan jumlah peserta naik menjadi 30 orang.
Untuk bidang kesehatan juga turut menjadi perhatian Bupati alumni Monash Melbourne University, Australia ini. Hal itu dibuktikan dengan jumlah masyarakat Sinjai yang terdaftar sebagai peserta asuransi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan sebanyak 98 persen.
Pihaknya juga menyiapkan anggaran sekitar Rp 53 miliar per tahun untuk membayar premi atau iuran kesehatan warganya. Dengan program ini, kesehatan masyarakat terjamin tiap kali membutuhkan pelayanan di fasilitas kesehatan.
“Kami tidak ingin ada warga kami tidak terlayani di fasilitas kesehatan karena kendala biaya, makanya kami siapkan anggaran Rp 53 miliar untuk menjamin hak dasarnya setiap tahun melalui program Jamkesda plus,” urainya.
Program Jamkesda Plus, kata dia mencakup rumah singgah pasien di kota Makassar yang hingga tahun ini masih disediakan Pemerintah Daerah melalui Dinas Kesehatan Sinjai. Fasilitas ini diperuntukkan bagi warga Sinjai yang dirujuk ke Rumah Sakit Makassar dan tidak memiliki tempat tinggal. Biaya makan dan antar jemput keluarga pasien pun diberikan secara gratis.
Kemudian, ada pula program home care dan home visit yang melakukan pelayanan kesehatan dari rumah ke rumah warga. Termasuk program rumah tunggu kelahiran yang disediakan dan Publik Safety Center (PSC) 119.
“Alhamdulillah dari tahun pertama sampai hari ini terus kami laksanakan, semua kami tanggung sehingga tidak ada alasan masyarakat kami tidak berobat karena kendala biaya,” jelasnya.











