BONE, Suara Jelata— Muhammad Qadafi adalah bungsu dari empat bersaudara, seorang santri yang lahir dari orang tua hebat bernama H. Hanapi dan Hj. Andi Nidawati, SH.
Qadafi tinggal bersama kedua orang tuanya di Desa Waetuo, Kecamatan Kajuara, Kabupaten Bone tepatnya di Jalan Poros Bone-Sinjai.
Dia mengenyam pendidikan Tahfidz Qur’an di Yayasan Pendidikan Asfa Tahfidz (YPAT) Al-Insyiroh, Desa Bulutanah, Kecamatan Kajuara, Kabupaten Bone dan sukses mengkhatam 30 juz hanya dalam kurung waktu satu tahun lebih.
Bersama puluhan santri lainnya, Qadafi berhasil ikut Prosesi Kesyukuran yang Ketiga Tahun Wisuda Hafalan, Wisuda Khataman, dan Wisuda Alumni 30 Juz YPAT Al-Insyiroh, pada Minggu, (29/01/2023) lalu.
Qadafi yang kini menginjak usia 10 tahun, lahir di Makassar 5 Juli 2012, juga sedang mengikuti pendidikan di kelas 4 SDIT Wahdah Kabupaten Sinjai.
Pencapaian Qadafi mengkhatam Al-Qur’an tidak lepas dari peran dan doa kedua orang tuanya, terutama sang ibu, Andi Nidawati atau akrab disapa Hj. Andi Ida.
Sebagai orang tua yang terbilang sangat sibuk sebagai pemilik CV Kajuara yang bergerak dalam usaha jual beli gabah, Hj Andi Nidawati mengaku tetap menomorsatukan anak-anaknya terutama dalam hal pendidikan agama.
“Dia (Qadafi-red) anak bungsu jadi selalu ikut sama saya,” jelas Andi Ida.
Meski demikian, dikatakan Hj. Andi Ida bahwa Qadafi tidaklah menjadi pribadi manja melainkan tetap tumbuh menjadi pribadi yang mandiri dan disiplin.
“Dia tidak pernah dibangunkan solat, bangun sendiri, kadang ikut (berjamaah) bersama saya dan bapaknya,” ungkap Hj. Andi Ida yang lahir di Watampone 22 November 1971.
Mengikuti kakak-kakaknya yang berhasil mencapai pendidikan tinggi, Qadafi pun punya cita-cita ingin bersekolah di Akademi Kepolisian dan menjadi seorang polisi.
“Saya akan sekolahkan dia (Qadafi-red) di SMA Taruna di Semarang,” ujar Andi Ida.
Tetapi demikian, bagi Hj. Andi Ida dan suami, etika dan sopan santun anak-anaknya adalah yang utama ketimbang kecerdasan akademik.
Kedepannya, Andi Ida dan H. Hanapi berharap agar Qadafi tumbuh menjadi anak soleh, sayang keluarga, dan sukses meraih cita-cita. Yang utama dikatakan Andi Ida bukanlah pandai dalam akademik namun kesantunan dan etikalah yang perlu.











