SINJAI, Suara Jelata — Langkah anggota Badan perwakilan Desa (BPD) Se Kabupaten Sinjai untuk membentuk asosiasi nampaknya tidak bisa ditawar-tawar lagi.
Meski beberapa hari sempat berpolemik dengan APDESI Kabupaten Sinjai akan adanya isu pembentukan ini dianggap punya kepentingan pribadi.
Hal ini ditandai, dengan hadirnya sejumlah anggota BPD yang tergabung dalam kepanitiaan melaksanakan rapat pemantapan musyawarah pembentukan asosiasi BPD di Warkop Amure, Jalan Persatuan Raya, Kecamatan Sinjai Utara. Kamis, (12/12/2019).
Ketua panitia, Andi Mandolangeng ini untuk membentuk wadah sebagai tempat edukasi, syering pendapat dan ide-ide program-program yang bisa disinergikan ke pemerintah Desa untuk membangun Desa.
“Dalam pembentukan ini, tidak ada unsur politik niat-niat untuk menjastifikasi Kepala Desa, serta bagaimana meminimalisir penyalahgunaan anggaran Desa atau menjadi mitra Kepala Desa yang baik, ” katanya.
Menurutnya, pembentukan ini juga didukung oleh Masyarakat, termasuk semua BPD di Kabupaten Sinjai, bahkan ada sebagian Kepala Desa sangat merespon dan mendukung pembentukan Asosiasi ini.
Stering Komite pembentukan Asosiasi BPD Kabupaten Sinjai, Ihwan Andi Usman mengatakan ketika Asosiasi ini sudah terbentuk, kedepan akan menjadikan BPD semakin cerdas dan mengetahui apa fungsinya.
“Fungsi BPD yang utama adalah pengawasan, bagaimana kolaborasi antara Pemerintah Desa dan BPD bekerjasama dalam hal mencegah adanya pelanggaran pengelolaan Desa, serta tepat sasaran,” Jelasnya.
Nantinya juga pengawasan ini bukan untuk mau memata-matai Kepala Desa, tapi kita ingin bekerjsama dengan baik, bagaimana anggaran tepat serta mengurangi angka kemiskinan, Kuncinya.
Takwa












