DAERAHNews

Berniat Cari Ikan, Seorang Nelayan di Bone Tenggelam di Sungai Waelanae

×

Berniat Cari Ikan, Seorang Nelayan di Bone Tenggelam di Sungai Waelanae

Sebarkan artikel ini

BONE, Suara Jelata— Aliran sungai Waelanae, Kecamatan Cenrana, Kabupaten Bone menelan korban. Seorang nelayan, Saiful Amri (30) warga Dusun Kampung Baru, Desa Pacubbe, Kecamatan Cenrana, Kabupaten Bone bersama 3 rekannya tenggelam.

Mereka berniat mencari ikan di sekitar muara sungai Waelane. Sebelum tiba di lokasi pemancingan, kapal kayu (katinting) yang mereka tumpangi mengalami mati mesin dan tenggelam di sekitar muara Walanae. Sabtu, (09/05/2020), sekitar pukul 19.00 WITA.

Scroll untuk lanjut membaca
Scroll untuk lanjut membaca

Ketiga rekan korban, Mustafa (49), Idris (42) dan Jumardi (27) berhasil menyelamatkan diri, sayangnya, korban Saiful Amri tenggelam di muara yang pada saat kejadian, air tengah pasang.

Mendapat informasi dari warga dan saksi mata, Sar Batalyon C Pelopor Sat Brimob Polda Sulsel bersama Basarnas Bone berangkat menuju lokasi kejadian dari Mako Batalyon C Pelopor. Minggu, (10/05/2020), pukul 04.00 pagi.

Setelah tiba di lokasi, tim Sar gabungan yang terdiri dari Sar Brimob Yon C Pelopor, Bhabinsa, Basarnas, BPBD dan Sat Pol PP Kabupaten Bone melakukan brefing untuk teknis pencarian korban yang dipimpin oleh Ka Pos Basarnas Bone, Andi Sultan.

Kegiatan pencarian korban dilakukan dengan tiga cara, yaitu menyisir di pinggir muara hingga ke bibir pantai, dengan menggunakan perahu karet, dan pencarian dengan tekhnik body rafting atau turun langsung di aliran sungai.

Saat dikonfirmasi, Komandan Batalyon C Pelopor Sat Brimob Polda Sulsel, Kompol Nur Ichsan, mengatakan telah terjadi kecelakaan air di sungai Waelanae, Kabupaten Bone dan menelan 1 korban.

Saya telah menerjunkan 5 Personel Sar Brimob Yon C Pelopor untuk melakukan pencarian terhadap korban bersama Tim Sar Gabungan.

“Kegiatan ini kami lakukan dengan dasar kemanusiaan dan sebagai wujud nyata dari Bhakti Brimob Untuk Masyarakat, semoga korban cepat ditemukan dan dapat diserahkan kepada keluarga” kuncinya.

Taqwa