NewsSosial

IKA Al-Ikhlas Ujung Bone, Warnai Masa Pandemi Berbagi Kebutuhan Ramadhan.

×

IKA Al-Ikhlas Ujung Bone, Warnai Masa Pandemi Berbagi Kebutuhan Ramadhan.

Sebarkan artikel ini

SINJAI, Suara Jelata—Sore yang sedikit melelahkan, dengan beberapa paket sembako yang harus kami bagikan hari ini, kami melihat kondisi masyarakat, dengan sedikit bantuan seperti ini mereka senang, mereka bahagia, raut keceriaan itu terpancar dari wajahnya.

Masa pandemi seperti sekarang memang dinilai sangat sulit bagi kehidupan masyarakat yang kami sasar, namun kami sadar sekecil apapun sumbangan kami, akan sangat bernilai dimata mereka.

Scroll untuk lanjut membaca
Scroll untuk lanjut membaca

“Alhamdulillah, hari ini kita telah menyelesaikan salah satu tugas kita sebagai manusia untuk saling membantu sesama, saling berbagi dan saling tolong menolong” Hal ini yang diucapkan oleh Fadhil Muhammad Tawalli selepas pembagian paket sembako.

Beberapa orang Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Pondok Pesantren Al-Ikhlas Ujung membagikan 60 paket sembako untuk keluarga kurang mampu yang ada di Kabupaten Bone.

60 data keluarga yang mereka bagikan adalah lanjutan dari bantuan tahap pertama yang telah lebih dulu mereka bagikan, Jum’at (15/5/202) kemarin.

Namun kali ini nampak berbeda dari pembagian paket bantuan pertama, jika pada paket pertama mereka membagikan hand sanitizer, masker dan beberap macam vitamin serta obat-obatan.

Kali ini mereka fokus membagikan mi instan, telur, beras, vitamin dan minyak goreng. Adanya perbedaan paket ini dilatar belakangi oleh konteks masyarakat yang mereka sasar.

“Kami telah mepelajari masyarakat, waktu tahap pertama kami memberikan obat dan masker, namun kali ini kami hadir dan meberikan sembako, karena kami sadar kebutuhan masyarakat selama ramadkan dan menjelang idul fitri lebih adalah sembako” ujar kordinator kegiatan ini.

Adapun sumber pendanaan mereka adalah hasil sedekah teman-teman alumni yang saat ini sudah tersebar di beberapa pelosok benua, seperti di Mesir, Australia juga beberapa negara di Asia.

“Dana yang kami tampung hingga saat ini adalah bentuk uluran tangan sesama alumni, yang saat ini sudah banyak belajar sampai ke luar negeri” sambungnya.

Fadil juga menambakan, jika mereka akan terus konsisten mengelola dana yang jumlahnya tidak sedikit. Kedepan mereka akan menyalurkan batuan lagi, sesuai dengan kondisi masyarakat yang disasar.

Atir