Sinjai, Suara Jelata–Peristiwa Tanah longsor kembali terjadi di Sinjai, tepatnya di Dusun Bonto Penno, Desa Mattunreng Tellue, Kecamatan Sinjai Tengah. Senin, (13/06/2022).
Salah satu warga sekitar, Ridwan mengungkapkan bahwa longsor terjadi pada pukul 08.00 WITA.
“Longsor terjadi pada pukul 08.00 WITA, yang mengakibatkan terputusnya jalan antara dusun Bontopenno dan dusun Tanatoae desa Mattunreng Tellue, longsor disebabkan oleh curah hujan yang tinggi sehingga jalur air luapan tidak dapat terurai sehingga mengikis tanah yang berada di tebing jalan,” katanya.
Dengan kejadian tersebut kepala desa Mattunreng Tellue, bersama warga bergotong royong melakukan pembersihan jalanan yang tertutup oleh tanah.
“Kemudian Pada pukul 09.30 WITA Kapolsek bersama personil Polsek Sinjai tengah dibantu warga sekitar melakukan pembersihan material tanah,” pungkasnya.
Dinas PUPR Sinjai melalui koordinasi BPBD Sinjai juga telah menurunkan alat berat untuk melakukan pembersihan material longsor.
“Sudah ada alat berat yang diturunkan, saat ini sudah kita lakukan pembersihan di lokasi longsor,” beber Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sinjai, Ahmad Karim.
Terpisah, Bupati Sinjai, Andi Seto Gadista Asapa mengingatkan warganya, khususnya yang bermukim di area pegunungan atau di lereng, serta warga di area Kota Sinjai agar senantiasa waspada terhadap kondisi cuaca yang berubah-ubah.
“Kita di Kabupaten Sinjai kembali diguyur hujan yang intensitasnya cukup tinggi. Saya minta seluruh masyarakat agar selalu waspada terhadap dampak cuaca ekstrem saat ini,” imbaunya.
Selain itu, warga diminta untuk selalu memantau perkembangan cuaca di wilayahnya.
Sehingga jika ada kemungkinan buruk yang terjadi, agar sedini mungkin melakukan pencegahan.
“Kalaupun ada hal yang tidak kita inginkan, kita bisa bertindak untuk menghindari bertambahnya jumlah kerugian ataupun hal hal yang tidak kita inginkan,” kuncinya.











