TPA Abu Hurairah Onrong Datu Semarakkan Ramadhan 1440 H, Berikut Kegiatannya

Foto santri menghafalkan ayat Al Qur’an, sebelum dimulainya ceramah tarwih

SINJAI, Suara Jelata— Ada yang berbeda dengan Ramadhan kali ini di Masjid Aburaerah, Lingkungan Onrong Datu, Kelurahan Lamatti Rilau, Kecamatan Bulupoddo, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan.

Menyambut datangnya Bulan Ramadhan kali ini, pengurus Masjid dan TPQ Abu Hurairah melakukan sebuah hal yang baru dengan mengisi kegiatan-kegiatan Islami dengan melibatkan remaja di lingkungan Onrong Datu dan santri-santri TPQ Abu Hurairah.

Hal ini dijelaskan oleh Muhsin, salah satu jamaah Masjid Aburerah.

“Kegiatan tersebut mulai dari pelayanan penerimaan buka puasa, pelaksanaan buka puasa bersama, protokol penceramah tarwih yang semuanya dilakukan oleh remaja-remaja masjid,” katanya.

Baca Juga:  DPW II IKMS Adakan Training Advokasi

Muhsin melanjutkan, secara bergantian jamaah melakukan aktifitas Ramadhan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.

“Selain itu dilaksanakan pula lomba Islami antar Santri yaitu lomba hafalan surah-surah pendek, lomba adzan dan cerdas cermat Al-Qur’an,” tambahnya. Rabu, (15/5/2019).

Diantara program terbaru di Ramadhan kali ini adalah menampilkan santri TPQ untuk membacakan hafalan Qur’an sebelum ceramah tarwih yang dimulai sejak hari pertama Ramadhan hingga hari terakhir Ramadhan nanti.

Menurut salah seorang penceramah tarwih, Drs. H. Sofyan P mengakui masjid yang ditempatinya ceramah hanya disini yang ada pembacaan Al-Qur’an yang dihafal oleh santri.

Baca Juga:  Buka Puasa Bersama, Wakil Bupati Sinjai Perkuat Silaturahmi

“Ini perlu dipertahankan untuk lebih mendekatkan anak-anak kita dengan Al-Qur’an sehingga tercipta generasi Qur’ani kedepannya serta memberikan rasa percaya diri bagi anak-anak kita untuk tampil di hadapan jamaah,” terangnya.

TPQ Abu Hurairah lingkungan Onrong Datu ini berada dibawah binaan Dra. Nurlaela, sebagai Ketua Majelis Ta’lim Miftahul Khairaat, Lingkungan Onrong Datu.

Dan juga membina santri tidak kurang dari 100 orang yang diajar oleh 6 orang guru, diantaranya Nirmawati selaku Kepala Sekolah, Kamriana, Syamsunarti, Rosmi, Musfirah dan Masrurah.

Fatahillah