HUKRIMNews

Siswi SMP Sinjai Barat Diraba-Raba Pulang Sekolah, Ortu Lapor Polisi

×

Siswi SMP Sinjai Barat Diraba-Raba Pulang Sekolah, Ortu Lapor Polisi

Sebarkan artikel ini

SINJAI, Suara Jelata—Kasus dugaan pelecehan seksual menimpa AS (12), salah satu Siswa yang masih duduk di bangku SMP asal Desa Terasa, Kecamatan Sinjai barat, Kabupaten Sinjai. Senin, (16/9/2019).

Korban mengaku, mendapatkan perlakuan tak senonoh oleh NS (17) pemuda tak lain adalah pemuda se-kampungnya sendiri.

Scroll untuk lanjut membaca
Scroll untuk lanjut membaca

Menurut keterangan korban, Kejadian tersebut dialaminya pada kamis, (15/08/2019) lalu.

Pada saat itu, dirinya tengah berjalan sendiri saat pulang dari Sekolah, namun ketika berada di tempat yang sepi, pelaku datang menawarkan ingin membonceng korban .

“Dia (pelaku) ingin membonceng, namun saat itu saya menolak. Namun NS turun dari motornya lalu menggendong serta membekap mulut saya menuju ke semak-semak,” Katanya.

Lanjutnya, pelaku mencekik leher serta meraba tubuh dan alat vitalnya.

“Seketika saya berteriak histeris, dan berusaha menyelamatkan diri dengan mengigit pelaku lalu melarikan diri dengan rasa takut. Dan mengancam akan membunuh jika dilaporkan,”bebernya.

Dugaan perlakuan bejat NS terbongkar saat Korban menceritakan nasib yang menimpa dirinya pada Ibu kandungnya NN (30).

Orang tua korban lantas tidak terima, lalu melapor kejadian tersebut pada Sabtu, (17/08) ke Polsek Sinjai Barat, Kabupaten Sinjai.

Namun pihak Pemerintah Desa Terasa awalnya meminta agar di selesaikan secara kekeluargaan namun tidak ada hasil.

“Pernah kita adakan mediasi antara pihak keluarga dan pelaku namun tidak ada titik temu hingga kasus ini diserahkan sepenuhnya ke polisi,”Ujar Kepala Desa Terasa, Nasse, melalui sambungan Telefon.

“Dalam keputusan masyawarah (mediasi), Saat itu di minta menerima uang 5 juta rupiah dan pelaku diasingkan keluar dari Kampung selama 1 tahun namun saya keberatan. “Kata Ibu korban.

sementara ibu korban merasa tidak terima dengan putusan tersebut karna menilai perlu ada hukuman yang sesuai atas pelaku pelecehan seksual.

“Saya merasa sedih atas trauma yang di alami anak saya, setiap hari ayahnya harus menjemput dari sekolah karna takut, saya ingin pelaku mendapat hukuman sesuai perbuatannya. “kata NN, Ibu korban.

Sementara itu, Kapolsek Sinjai Barat, AKP. Kasri mengatakan bahwa korban pernah dibawa ke dokter namun hasil visumnya tidak membuktikan adanya unsur kekerasan.

“Visum sudah, namun tidak ada tanda kekerasan, dan pemerintah di sana juga meminta akan di selesaikan dengan cara kekeluargaan.” terang Kasri.

Sesuai permintaan pemerintah setempat, pelaku hanya di Tahan di Polsek Sinjai Barat saat ini.

“Namun ketika mediasi tidak ada hasil maka kita serahkan ke Polres Sinjai untuk di tangani lebih lanjut,” kuncinya.

Agus