Berita

Aksi Pamer Kelamin Marak Terjadi di DIY: Pura-pura Bertanya Lalu Buka Celana

×

Aksi Pamer Kelamin Marak Terjadi di DIY: Pura-pura Bertanya Lalu Buka Celana

Sebarkan artikel ini

Magelang, Suara Jelata – Aksi pamer alat kelamin di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kembali terjadi.

Kali ini terjadi di daerah Desa Banjarharjo, Kecamatan Kalibawang, Kabupaten Kulon Progo, DIY, pada Rabu (29/1/2020) pagi tadi.

Scroll untuk lanjut membaca
Scroll untuk lanjut membaca

Aksi serupa juga pernah terjadi di Kota Yogyakarta, namun di antara pelakunya berhasil diamankan polisi.

Lantas, bagaimana aksi pamer kelamin di daerah Banjarharjo yang terjadi Rabu, pagi tadi?

Menurut keterangan saksi mata, sebelum kejadian berlangsung. Ada dua sepeda motor jenis Honda dan metik mondar mandir keluar masuk gang perkampungan sekitar pukul 06.00 WIB.

Diduga kedua sepeda motor yang dikendarai laki-laki ini untuk mempelajari situasi jalan di daerah tersebut, sekaligus melihat situasi dan kondisi tempat mereka beraksi.

“Tadi sekitar pukul 06.00 WIB, ada dua sepeda motor jenis Honda dan satunya matic, masing-masing berboncengan empat kali ke luar masuk gang, seperti ada yang dicari. Kita tidak curiga karena tidak ada apa-apa,” ujar Monti (43), salah seorang saksi mata yang mengaku melihat aksi pamer kelamin tersebut.

Menurut Monti, sekitar kurang lebih 15 menit dua pengendara yang mondar mandir keluar masuk gang kemudian pergi lagi. Lalu kembali datang satu pengendara berboncengan memakai celana pendek dan topi di kepalanya.

Dalam melancarkan aksinya, kedua pria tersebut berpura-pura tanya alamat.

“Nah, saat tanya itulah tiba-tiba keduanya memperlihatkan kelaminnya ke arah saya. Karena kaget, saya tidak bisa teriak dan hanya terdiam dan sempat menyaksikan kelaminnya,” jelas Monti.

Selain Monti, seorang warga Dekso, Kulon Progo, juga mengalami aksi yang sama, yakni pamer kelamin. Yanti (50), mengaku ditemui seorang pria muda untuk menanyakan alamat temannya.

“Saat itulah, pria itu membuka celana dan mengeluarkan ‘itunya’. Bahkan sempat meraih tangan meminta untuk dipegangkan ‘itunya’. Aku takut dan lari dalam rumah sambil tutup pintu,” tuturnya.

Yanti mengaku, saat itu, dirinya tidak bisa berteriak minta tolong, lantaran gemetaran dan mulut rasa terkunci tak bisa terbuka.

Fenomena pamer kelamin yang belakangan sering terjadi di DIY, ditanggapi oleh Agustian, S Sos. Menurut Agustian, seseorang yang melakukan perbuatan tak senonoh itu adalah yang sedang kejiwaannya tak labil. Artinya, pelaku sedang stres dan ada gangguan psikologis.

“Biasanya yang melakukan hal ini, anak muda yang lagi stres. Dan, tidak bisa mengontrol dirinya akibat pengaruh hormonnya yang sedang panas. Itu bisa mempengaruhi,” katanya kepada awak media ini, Rabu (29/1).

(mhmd/ s j)