KULON PROGO, Suara Jelata— Lokasi wisata pantai yang dimiliki Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), memiliki daya tarik tersendiri. Apa lagi keindahan panorama pantainya ditambah pasirnya yang putih, membuat wisatawan betah dan ingin berlama-lama berwisata di sana.
Tetapi apa jadinya jika keindahan pantai dengan pasir yang putih tersebut justru dihiasi dengan banyak sampah dan jorok untuk dipandang mata.
Halnya yang terjadi di Pantai Trisik Kabupaten Kulon Progo, DIY. Dimana keberadaan Pantai Trisik ini kurang terawat sehingga sepanjang pantai dipenuhi banyak sampah.
Akibat kejadian yang demikian, sejumlah pengunjung pun mengeluh karena mereka harus jauh-jauh datang untuk berwisata di pantai tersebut. Sayangnya, saat tiba di lokasi mereka justru kurang puas lantaran pantai yang dituju, jorok dan membuat tak nyaman berwisata.
“Kita dari Jakarta, mas. Sengaja datang ke Pantai Trisik ini untuk rekreasi. Tetapi sayangnya pantai jorok banget. Banyak sampahnya membuat tak nyaman menikmati pantainya,” ujar Edwan, wisatawan asal Jakarta Selatan kepada Suara Jelata.com, Minggu (2/2/2020).
Menurut Edwan, pantai seindah Pantai Trisik, Kulon Progo ini memiliki daya tarik tersendiri. Memiliki hamparan pasir yang putih dan indah. Ditambah dengan gelombangnya yang besar melengkapi keindahannya membuat wisatawan rindu ingin kesana, tetapi karena kebersihannya kurang terawat lalu wisatawan lari ke lokasi wisata lain.
“Indah kok pantai ini. Tetapi kurang terawat,” tandasnya.
Sama dengan Edwan, pengunjung satu ini juga menyoroti soal kebersihan Pantai Trisik. Ialah Mahrita, warga Palembang yang jauh-jauh datang ke Pantai Trisik.
Menurut Mahrita yang datang bersama keluarganya, sengaja datang ke Pantai Trisik karena ingin menyaksikan sang surya sore terbenam di barat.
“Saya penasaran aja, orang-orang cerita kalau di Pantai Trisik, bisa menyaksikan matahari terbenam. Memang betul, indah sangat. Tetapi satu koreksi pantai ini jorok, sampah dimana-mana,” jelasnya.
Seluas hamparan pasirnya, banyak berserakan sampah bekas makanan dan minuman.
Sementara itu, setiap wisatawan yang berkunjung mereka dikenakan retribusi masuk. Selain itu, juga dikenakan biaya parkir. Lantas, uang retribusi yang dipungut dari pengunjung, mestinya dipergunakan untuk biaya perawatan dan kebersihan.
Laporan: Tim SJ











