MAGELANG, Suara Jelata— SMPN 3 Muntilan, Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah, punya cara lain dalam mencegah penyebaran wabah virus corona (covid-19).
Untuk mensterilkan lingkungan sekolah dan fasilitasnya dari bakteri, pihak sekolah ini menggandeng 12 personil Pemadam Kebakaran (Damkar) Pemkab. Magelang, untuk menyemprot cairan disinfektan.
Mengingat areal sekolahan ini cukup luas, penyemprotan yang dilakukan menghabiskan waktu kurang lebih satu setengah jam.
Bahkan, petugas menyemprot lingkungan sekolah negeri milik Pemkab Magelang, mengerahkan satu unit mobil tangki air milik Damkar yang sudah berisi cairan disinfektan.
Kepala SMPN 3 Muntilan, Dwi Harjono, S.Pd mengatakan penggunaan mobil tangki untuk memudahkan petugas menyemprot seluruh areal sekolahan ini.
“Untuk penyemprotan dalam ruangan dan meja, kursi, dan fasilitas belajar lainnya petugas menyemprotkan cairan disinfektan dengan tengki pompa biasa. Mobil tengki khusus di luar halaman,” ujar Dwi Harjono kepada awak media ini, Ahad (22/3/2020).
Penyemprotan ini dilakukan, sebagai tindak lanjut himbauan Pemkab Magelang terkait gerakan pencegahan penyebaran covid-19 secara masif. Dengan demikian, wabah ini bisa segera disudahi dan tidak ada lagi warga yang terpapar.
Dikatakan Dwi, selain mensterilkan lingkungan sekolah dengan cara disemprot cairan disinfektan, pihaknya juga membuka posko pengaduan pencegahan covid-19.
Posko ini sebutnya, dibuka selama 24 jam dan mengerahkan tenaga guru untuk piket secara bergantian. Posko tersebut melayani laporan dari orangtua siswa jika di antara siswa yang sekolah di SMPN 3 Muntilan ini, ada yang sakit.
“Posko ini khusus siswa kami. Jadi kita proaktif memantau keadaan siswa melalui posko pencegahan corona ini. Orangtua siswa setiap hari pagi atau malam selalu berkomunikasi dengan petugas posko terkait keadaan anaknya,” jelas Kepala SMPN 3 Muntilan ini.
Sejak posko ini dibuka per Senin (16/3/2020) lalu, posko pencegahan covid-19 SMPN 3 Muntilan, sudah ada menerima dua laporan dari orang tua siswa. Namun setelah dicek, siswa tersebut ketahui sakit demam biasa.
“Tetapi, Alhamdulillah dua siswa yang disampaikan ke posko sakit, sudah sembuh dan siswanya kembali mengikuti pelajaran jarak jauh,” tandasnya.
Laporan: Mhmd











