Pendapatan Nelayan di Pulau Sembilan Menurun Drastis

  • Whatsapp

SINJAI, Suara Jelata— Pandemi Corona Virus Desiase (Covid-19) yang melanda Dunia, termasuk Indonesia, membuat semua kalangan terdampak.

Salah satunya, Masyarakat di Kecamatan Pulau Sembilan, Kabupaten Sinjai, Provinsi Sulawesi Selatan.

Bacaan Lainnya

Dimana, masyarakat pulau sembilan mayoritas penduduk bermata pencaharian sebagai nelayan dan budidaya rumput laut.

Dari hasilnya itulah, mereka dapat bertahan hidup dan menyekolahkan anak-anaknya.

Tapi pada saat pandemi Corona, mereka sebagai nelayan dan petani rumput laut, terdampak. Pasalnya, hasil penjualan dari jerih payahnya sangat menurun drastis.

Mereka mengaku, sebelum pandemi Corona, mereka sangat gampang mencari penghasilan dengan menjadi nelayan dan budidaya rumput laut.

Salah satu masyarakat Desa Padaelo, Kecamatan Pulau Sembilan, menuturkan adanya pandemi Corona ini membuat perekonomian menjadi lemah.

“Sebelum Corona, kami disini sangat mudah mencari uang, kadang seminggu kami bisa mendapatkan uang Rp. 5.000.000” katanya.

Ia mengungkapkan, harga gurita perkilonya sebelum Corona mencapai Rp. 35.000 perkilonya, tapi pada saat sekarang, hanya Rp. 13.000.

“Bukan hanya gurita, tapi penjualan rumput laut kemarin mencapai Rp. 10.000 perkilonya, tapi sekarang hanya Rp. 3.500” ujarnya.

Sementara itu, Sakka, menjelaskan, selain Corona, masyarakat Pulau Sembilan was-wasan pada saat memasuki bulan Juni sampai Agustus.

Karena pada waktu itu, angin sangat kencang. Dirinya juga mengaku, bahwa pada fase itu, tidak jarang rumah warga rusak diakibatkan cuaca yang buruk.

“Kalau memasuki bulan ini, kami harus mengeluarkan tenaga lebih dari sebelumnya, kami juga harus turun ke laut meskipun cuaca buruk, karena kami perlu biaya makan dan lainya” kuncinya.

Takwa

loading...
  • Whatsapp