Aliansi Mahasiswa Muhammadiyah di Sinjai Demo Soal Papua, Kesbangpol: Mengancam NKRI

  • Whatsapp

SINJAI, Suara Jelata— Aliansi Mahasiswa Muhammadiyah (AMM), menggelar aksi unjuk rasa di Tugu Bambu Sinjai, Jalan Persatuan Raya, Kecamatan Sinjai Utara, Kabupaten Sinjai. Selasa, (10/11/2020).

Dalam pelaksanaannya, terlihat salah satu peserta aksi memegang alat peraga aksi dengan tulisan “Papua Bukan Indonesia, Berikan Hak Untuk Menentukan Nasib Sendiri Untuk West Papua”.

Bacaan Lainnya

Karena itu, pihak Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Sinjai, angkat bicara.
Menurut Kepala Sub Bidang Kewaspadaan Dini dan Kerjasama Intelejen Kesbangpol Sinjai, Andi Ryan, hal tersebut adalah sebuah pernyataan yang memicu disintegrasi Bangsa Indonesia dan mengancam keutuhan NKRI.

“Kami akan segera berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait, karena menyikapi hal ini tentunya kita tidak boleh gegabah, free west papua ini sebenarnya sudah merupakan isu internasional bukan lagi isu national atau daerah dan bukan pula pertama kali disuarakan di Sinjai tapi sudah kesekian kalinya,” ujarnya.

Hal ini kata Andi Ryan, sebagai generasi muda bersama seluruh komponen Bangsa harus kompak menjaga keutuhan Negara ini, menjaga kedaulatan Bangsa. Karena pihaknya sangat mendukung kebebasan berpendapat ,berserikat dan berkumpul, karena semua itu adalah bagian dari demokrasi.

“Karena hal ini adalah sebuah pernyataan yang mengancam kedaulatan Negara Republik Indonesia,” kuncinya.

Diberitahukan sebelumnya, Aliansi Mahasiswa Muhammadiyah (AMM) Sinjai menggelar aksi unjuk rasa di Bundaran Tugu Bambu Sinjai, Jalan Persatuan Raya, Kecamatan Sinjai Utara, Kabupaten Sinjai. Selasa, (10/11/2020).

Pantauan media ini, Massa yang berjumlah puluhan orang ini secara bergantian berorasi di Tugu Bambu dengan dikawal oleh aparat keamanan dari Polres Sinjai.

Tidak hanya itu, mereka menutup Jalan Persatuan Raya dari arah selatan (Bulukumba) yang membuat penguna Jalan terpaksa memutar.

Salah satu orator, mengatakan, pihaknya menolak keras pengesahan Undang-undang Minibus Law.

“Kami menolak keras pengesahan Undang-undang Omnibus Law, karena akan menguntungkan investor asing dan akan merugikan masyarakat,” ujarnya.

Selain itu, dalam aksi ini, AMM, juga terdengar dalam orasinya mengangkat isu Pembebasan Papua.

“Kami meminta untuk memberikan hak Papua untuk menentukan nasibnya sendiri. Karena saat ini Papua bukan merah putih, tapi bintang kejora,” kuncinya.

ZH

loading...
  • Whatsapp