Jelang Praja Bakti, Taruna AKMIL Mendapat Pembekalan Dari Bupati dan Wakil Kota Magelang

  • Whatsapp

JATENG, Suara Jelata— Dalam rangka persiapan latihan Praja Bakti Taruna Akmil TA. 2020/2021 TK II 362 dan III 296 Taruna di Gedung Moch Lilly Rochli Akmil. Sabtu, (21/11/2020) yang lalu.

Hadir pada acara tersebut Danmentar Akmil Brigjen TNI Widiyatno, selaku penceramah Bupati Magelang Bapak Zaenal Arifin, sedangkan untuk Wali Kota Magelang di Wakili oleh Kepala Bappeda Kota Magelang Ir. Joko Soeparno, M.Pl., para Pelatih dan Pembina serta dan Taruna Tk II dan III berjumlah 559 orang. Senin (23/11/2020).

Bacaan Lainnya

Bupati Magelang, Zaenal Arifin pada kesempatan tersebut menyampaikan, Taruna Taruni Akademi Militer (AKMIL) harus mempersiapkan diri untuk menjadi pemimpin masa depan bangsa Indonesia.

Untuk menjadi pemimpin masa depan, harus mengerti tujuan berbangsa dan bernegara, yakni melindungi segenap bangsa Indonesia.

“Memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan perdamaian abadi dan keadilan sosial,” katanya.

Bupati Magelang melanjutkan, sekarang ini telah terjadi perubahan yang sangat besar dan cepat di era digitalisasi membuat semuanya serba cepat, maka perubahan tersebut harus bisa diikuti dan jangan sampai tertinggal.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Magelang juga menjelaskan, saat ini wilayah Kabupaten Magelang bahkan sampai diseluruh belahan dunia sedang mengalami Pandemi Covid-19, yang apabila tidak ditangani secara serius dampaknya akan sangat besar.

“Ini ujian yang sedang kita hadapi bersama saat ini. Kalau sampai tidak bisa mengantisipasi situasi pandemi ini, maka akan terjadi krisis kesehatan, kemudian akan muncul krisis ekonomi, kemudian terjadi krisis sosial dan berujung pada krisis keamanan,” lanjutnya.

Untuk menangani permasalahan tersebut, Pemerintah Daerah mengikuti keputusan Pemerintah Pusat mengambil kebijakan mengatasi Pandemi Covid-19 dengan mengutamakan mengatasi krisis kesehatannya terlebih dahulu.

“Kita siapkan anggaran untuk mengatasi krisis kesehatannya. Kemudian agar tidak terjadi krisis berikutnya, kita siapkan jaring pengaman sosial yang kita berikan bagi masyarakat yang terdampak Covid. Sementara untuk mengatasi masalah ekonomi, maka kita juga siapkan yang namanya stimulus ekonomi,” jelasnya.

Bupati Magelang  menambahkan, belum selesai permasalahan terkait penanganan Covid, wilayah Kabupaten Magelang saat ini juga sedang menghadapi ujian lainnya, yaitu ancaman erupsi Merapi yang hingga saat ini mengakibatkan beberapa desa harus mengungsi ke tempat yang lebih aman.

“Sampai saat ini Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta masih menetapkan Merapi pada status Siaga Level III dengan aktivitas Merapi masih relatif tinggi. Dengan kondisi tersebut, BPPTKG merekomendasikan agar jarak 5 km dari puncak Merapi harus menghentikan aktivita,” tandasnya.

Selanjutnya Ir. Joko Soeparno mewakili Wali Kota Magelang menyampaikan, gambaran umum Kota Magelang meliputi gambaran umum Kota Magelang, penataan ruang, indikator makro daerah, kebijakan makro daerah, permasalahan dan isu daerah, pengembangan kawasan strategis.

“Di Kawasan gunung Tidar telah ditetapkan sebagai kawasan wisata budaya, sedangkan status Gunung Tidar sudah diubah dari hutan kota menjadi kebun raya gunung Tidar, sisi timur gunung Tidar juga ditata dengan taman yang cantik, gunung Tidar sudah menjadi salah satu destinasi wisata andalan di Kota Magelang dengan motto sebagai ‘Pakuning Tanah Jawa’ harus selalu digaungkan agar semakin menjadi branding yang melekat dengan Kota Magelang,” kuncinya.

Agung Libas

loading...
  • Whatsapp