Kasihan, Rumah Warga di Tekolampe Sinjai Terancam Ambruk ke Sungai

  • Whatsapp

SINJAI, Suara Jelata—Memasuki musim penghujan, Warga Tekkolampe, Kelurahan Biringgere, Kecamatan Sinjai Utara, Kabupaten Sinjai yang tinggal di pinggir Sungai Tui merasa was-was. Sabtu, (16/1/2021).

Arsyad (60) mengaku saat ini Rumahnya terancam hanyut oleh abrasi yang sudah sangat memperihatinkan.

Bacaan Lainnya

“Kami bersama masyarakat disini sekitar 10 Rumah, merasa takut, karena ketika air Sungai Tui pasang, naik sampai di Rumah,” katanya.

Dia mengatakan, sudah empat meter tanahnya longsor akibat abrasi.

“Sudah 4 meter tanah saya longsor akibat abrasi, sampai-sampai air sungai sudah di pondasi Rumah saya,” ujarnya.

Bapak dari delapan anak ini, mengungkapkan bahwa lantai rumahnya sudah rusak akibat air yang masuk dalam Rumahnya.

“Baru-baru lantai rumah saya sudah saya semen, tapi hancur lagi, akibat air yang masuk dalam rumah,” tandasnya.

Ia menambahkan, sebelumnya, banyak pohon bakau disekitaran rumahnya.

“Sebelumnya, banyak pohon bakau disini, tapi sudah kami tebang, karena disuruh oleh pemborong. Karena pemborong itu mengaku tidak akan membuatkan tanggul kalau pohon bakau tidak ditebang, tapi sampai saat ini, kami belum dibuatkan tanggul,” ungkapnya.

Dirinya berharap, kepada Pemda Sinjai, untuk memberikan solusi terkait permasalahan yang dialaminya.

“Semoga Pemda Sinjai bisa secepatnya membuatkan tanggul, karena ketika memasuki bulan 5 dan 6 air sangat tinggi, ” pungkasnya.

Sementara itu, Sekertaris Daerah (Sekda) Sinjai, Akbar Mukmin, mengatakan pembangunan tanggul di Sungai Tui, adalah wewenang pemerintan Provinsi Sulawesi Selatan.

“Anggaranya adalah anggaran Provinsi. berdasarkan realita yang ada setiap musim hujan terjadi abrasi terjadi longsor. Ada kehawatiran, apabila itu tidak di tanggul maka akan terjadi longsor di pinggir sungai atau terjadi pengikisan. Sehingga kedalaman air disini itu lebih dalam dari bagian pinggir sungai,” katanya.

Lanjut Sekda Sinjai, itu salah satu pertimbangan kemudian harus ditanggul dan kemudiam masyarakat harus juga secara bersama dengan pemerintah bekerja sama dalam melihat semua itu.

“Karena bagaimanapun rencananya pemerintah kalau tidak di support, tidak ada kolaborasi, tidak ada sinergitas, kerjasama itu sulit,” ujarnya.

Ia juga mengaku, akan mencarikan solusi dan mengambil langkah terkait permasalahan yang dirasakan oleh masyarakat yang tinggal di sekitaran Sungai Tui.

“Hari Senin, saya akan panggil Dinas PUPR Sinjai, untuk mencarikan solusi. Kalau perlu kami akan meninjau langsung Lokasi tersebut dan membuat perencanaan,” kuncinya.

Takwa

 

  • Whatsapp
loading...