NewsOpini

Belajar di Masa Pandemi, Antara Harapan dan Kenyataan

×

Belajar di Masa Pandemi, Antara Harapan dan Kenyataan

Sebarkan artikel ini

OPINI, Suara Jelata– Kata Pendidikan, sudah tidak asing lagi di telinga kita, pasti semua orang sudah mengerti betapa pentingnya pendidikan itu. Pendidikan merupakan hal yang sangat penting di dunia.

Karena dunia butuh orang-orang yang berpendidikan agar dapat membangun negara yang maju. Dalam hal inilah pendidikan diharapkan mengubah dunia menjadi lebih baik dan beradab. Bukan kehidupan yang justru dipenuhi dengan prilaku biadab.

Scroll untuk lanjut membaca
Scroll untuk lanjut membaca

Di Indonesia, hal ini sudah dipertegas dalam pembukaan UUD 1945 alinea ke-4 yang berbunyi “…Dan mencerdaskan kehidupan bangsa…” maka tidak ada alasan bagi pemerintah untuk tidak berkontribusi dalam bidang pendidikan.

Pendidikan itu sangat luas dan tidak ada habisnya dan di zaman sekarang sudah ada banyak cara untuk mendapatkan pendidikan, mulai dari les private, kelompok belajar dari luar sekolah, dan yang lebih praktis dan paling sering digunakan adalah media social/aplikasi belajar.

Berbicara tentang pendidikan zaman sekarang atau era milenial ini, sangat banyak perbedaan dari tahun-tahun sebelumnya, bahkan hal ini merupakan pertama dalam sejarah. Mengapa demikian? Dikarenakan situasi dan kondisi di Indonesia bahkan dunia sedang terkena wabah penyakit yang disebut dengan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Wabah ini sangat mudah tertular dan mematikan. Itulah sebabnya semua aktivitas di luar rumah diberhentikan untuk mencegah penularan dan menimbulkan banyak korban. Akibat yang ditimbulkan dari wabah ini salah satunya masalah pendidikan.

Bagaimana tidak, metode pendidikan sebelumnya salah satunya melakukan pembelajaran di sekolah dengan bertatap muka langsung, kini, pembelajarannya menggunakan media social, pertemuannya pun hanya menggunakan aplikasi.

Karena situasi ini, banyak metode pembelajaran yang berubah ataupun metode pembelajaran baru. Akibatnya, banyak komponen yang terlibat (guru, orang tua/wali, dan siswa itu sendiri) dalam pelaksanaan pendidikan tidak mampu melakukan penyesuaian. Ketidakmampuan inilah yang menimbulkan dampak negative.

Dampak negative dari pembelajaran daring tersebut, di antaranya penurunan capaian belajar, kurang mengertinya siswa/i dengan materi yang diberikan, pembelajaran kurang optimal, ancaman putus sekolah dan lain sebagainya.

Dibalik sisi negative dari pembelajaran daring ini bukan berarti hal ini tidak memiliki sisi positifnya yaitu, bangsa Indonesia tidak lagi mengalami ancaman kurangnya orang-orang pintar akan internet, munculnya kreatifitas, siswa/i memiliki lebih banyak waktu bersama keluarga, penerapan ilmu ditengah keluarga, dan lain sebagainya.

Di sisi lain, dampak negative yang timbul akibat pembelajaran daring bukan hanya  dirasakan oleh siswa saja. Akan tetapi yang merasa terugikan juga adalah para pengajar. Mereka merasakan hal yang sulit ketika pengajar mengadakan  ulangan, mereka kesulitan memastikan apakah siswa dan mahasiswanya mengikuti pembelajaran dengan serius, pengajar juga tidak bisa memastikan orang yang diajarnya bersungguh-sungguh mengikuti pembelajarannya dan kendalan lainnya.

Selain dari dua komponen tadi, dampak ini juga didapatkan oleh orang tua/wali seperti mereka kesulitan untuk memantau dan mendampingi anak mereka ketika sedang berangkat bekerja, orang tua juga harus beradaptasi dengan perubahan ini, sabar dan terus memberikan motivasi kepada anak yang sudah jenuh dengan perdaringan ini.

Berdasarkan fenomena tersebut maka dapat dikatakan bahwa pendidikan di Indonesia sedang berada di persimpangan jalan. Artinya, harapan Indonesia yang harus mencerdaskan bangsanya agar cita-cita Negara dapat terwujudkan di satu sisi, namun pada sisi yang lain Negara sedang dihadapkan pada situasi pandemic yang berpotensi menyandung bangsa untuk mencapai cita-citanya dengan mudah.

Maka dari itu kita sebagai peserta didik harus menyikapinya secara bijak. Adapun upaya/tips agar kita semangat menjalani pembelajaran daring ini yang dapat kita terapkan sebagai berikut :

Kita harus sadar bahwa hal ini sangat berpengaruh dengan masa depan kita, menanamkan niat atau kemauan yang tinggi untuk belajar, berusaha aktif ketika kelas dimulai.

Selain itu, tentukan system manejemen waktu yang baik, menggunakan teknik belajar yang nyaman dan efektif, membuat target/goals yang akan dicapai, menghilangkan kebiasaan-kebiasaan yang buruk yang pernah terjadi sebelumnya, membuat list tugas dan langsung mengerjakannya agar tidak menumpuk.

Juga selalu ingat ketika kita menunda-nunda sesuatu merupakan hal  yang tidak baik dan akan mempersulit kita kedepannya, relaksasi juga dibutuhkan agar tidak merasa tertekan bahkan setres.

Cara di atas bisa kita terapkan di kehidupan sehari-hari agar kita lebih produktif lagi dan bisa mencapai apa yang kita cita-citakan walaupun dalam kondisi pandemic  seperti saat ini. Perlu diingat bahwa belajar adalah hal yang sangat penting bagi siswa.

Meskipun beristirahat dan menghibur diri dengan hal yang kita sukai juga perlu. Akan tetapi tidak boleh terlena dengan waktu istirahat dan menghibur diri tersebut. Dengan diterapkannya tips ini, diharapkan dapat mengubah pelajar yang malas belajar menjadi giat.

Penulis, Andi Rifqatul Azizah Makmur, Siswi SMA Insan Cendekia Syeh Yusuf Gowa