Nasional

As’ad Aras, Relawan Asal Sinjai, Dilaporkan Ditahan Pasukan Israel di Laut Mediterania

×

As’ad Aras, Relawan Asal Sinjai, Dilaporkan Ditahan Pasukan Israel di Laut Mediterania

Sebarkan artikel ini
Relawan tersebut diketahui bernama As’ad Aras Muhammad, warga Kabupaten Sinjai yang tergabung dalam armada Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0, sebuah misi internasional yang membawa bantuan kemanusiaan untuk warga Gaza.

Sinjai, Suara Jelata-–Seorang relawan kemanusiaan asal Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, dilaporkan ditangkap oleh pasukan Israel saat menjalankan misi kemanusiaan menuju Gaza, Palestina.

Relawan tersebut diketahui bernama As’ad Aras Muhammad, warga Kabupaten Sinjai yang tergabung dalam armada Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0, sebuah misi internasional yang membawa bantuan kemanusiaan untuk warga Gaza.

Scroll untuk lanjut membaca
Scroll untuk lanjut membaca

Kabar penangkapan As’ad dikonfirmasi langsung oleh ibundanya, Rabia, saat ditemui di kediamannya di Kelurahan Bongki, Kecamatan Sinjai Utara, Rabu.

Menurut Rabia, putranya hilang kontak sejak Senin tengah malam setelah kapal yang ditumpanginya diadang oleh angkatan laut Israel.

“Terkait Pak As’ad, kronologi penangkapannya itu terjadi saat kapal mulai berlayar dan tepat hari Senin tengah malam, kapal mereka dibajak,” ujar Rabia.

As’ad diketahui berangkat bersama ratusan relawan internasional yang tergabung dalam armada GSF 2.0.

Rombongan kapal pembawa bantuan kemanusiaan itu bertolak dari Albatros Marina, Turki, dalam misi menuju Jalur Gaza.

Insiden pencegatan tersebut diduga terjadi di sekitar wilayah Siprus, Laut Mediterania Timur, saat armada tengah melanjutkan pelayaran.

Berdasarkan data dari situs resmi Spirit of Aqsa, As’ad berada di Kapal Kasr-1 bersama satu delegasi Indonesia lainnya, Hendro Prasetyo.

Selain itu, sejumlah delegasi dan jurnalis asal Indonesia juga tercatat ikut dalam pelayaran tersebut.

Rabia mengungkapkan, keluarga pertama kali menerima informasi terkait penangkapan melalui grup WhatsApp dari pihak kantor serta adik korban yang berada di Jakarta.

Ia mengaku telah memiliki firasat buruk sebelum kabar itu datang.

“Saya sejak kemarin sangat gelisah dan sudah ada firasat bahwa ada masalah yang terjadi. Namun, As’ad bersama relawan lain sebenarnya sudah siap dengan segala kemungkinan dan risiko yang akan terjadi dalam misi ini,” ungkapnya.

As’ad dikenal aktif dalam berbagai misi kemanusiaan sejak lama. Di mata keluarga, ia dikenal sebagai sosok yang pendiam, bijaksana, serta kerap menjadi tempat meminta solusi dalam keluarga.

Rabia berharap pemerintah Indonesia segera mengambil langkah nyata untuk membebaskan putranya bersama para relawan lainnya.

“Harapan saya agar pemerintah Indonesia segera mengambil tindakan nyata dan solusi terbaik agar para relawan ini bisa segera dibebaskan,” pungkasnya.