Ulfatul Muslimah, Mahasiswa Prodi PBA IAIN Madura Dinobatkan Jadi Wisudawati Terbaik

  • Whatsapp
Foto dari kiri, Ulfatul Muslimah

PAMEKASAN, Suara Jelata— Menjadi wisudawati terbaik dengan predikat nilai yang memuaskan menjadi kebanggaan tersendiri dan rasa syukur kepada Tuhan bagi kebanyakan mahasiswa.

Salah satunya adalah Ulfatul Muslimah, S. Pd, Mahasiswa Fakultas Tarbiyah Prodi Pendidikan Bahasa Arab pada pelaksanaan wisuda sarjana ke-30 dan magister ke-10 di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura.

Bacaan Lainnya

Dia dinobatkan sebagai wisudawati terbaik gelombang pertama semester genap tingkat prodi Pendidikan Bahasa Arab Institut Agama Islam Negeri Madura yang beralamat di Jalan Panglegur, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur. Rabu, (07/04/2021).

Ulfatul Muslimah, mahasiswi cantik Desa Karangsokon Guluk Guluk, Kecamatan Sumenep, Kabupaten Sumenep, menjadi wisudawati terbaik Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) dengan predikat tertinggi IPK 3.61.

Mahasiswa yang selama kuliah dikenal aktif dalam mengelolah training-training HMI di Pamekasan maupun di luar Madura ini merasa bersyukur atas predikat yang diraih.

“Tentunya bersyukur, bangga dan terharu karena barangkali dengan ini, menjadi penawar rasa letih dan lelahnya orang tua dalam membiayai kuliah saya selama 4 tahun. Sekalipun pencapaian ini belum sebanding dengan apa yang sudah mereka berikan” kata dia. Rabu, (07/04/2021).

Dirinya pun mengatakan bahwa banyak orang yang berpengaruh atas diraihnya menjadi wisudawati terbaik ini.

“Semua orang berpengaruh dalam kelancaran kuliah saya, mulai dari keluarga, guru, sahabat. Namun kalau yang ditanya yg paling berpengaruh dalam kelancaran kuliah saya adalah restu dan doa orangtua, tanpa restu dan doa mereka mungkin saya tidak bisa melanjutkan kuliah” terangnya kepada awak media ini.

Namun karena dukungan, restu dan doa keluargalah yang selalu menjadi kekuatan baginya untuk terus bertahan dan berjuang hingga akhir.

Sementara itu, dia juga mengatakan bahwa selama kuliah, ilmu tidak hanya dapat diperoleh dibangku kelas, melainkan bisa didapati di luar kelas, seperti organisasi, komunitas, dan lain lain.

“Ber-organisasi adalah jawaban yang tepat untuk pertanyaan ini, apapun pilihan organisasi mu, komunitas mu, dan perkumpulan lainnya jika Kita serius berproses disana. Maka ruang pengetahuan sangat memungkinkan untuk kita peroleh. Tidak hanya itu, disana kita akan memiliki kesempatan untuk bertemu dengan orang-orang hebat yang perjuangannya patut kita teladani” tegas Ulfa, sapaan akrabnya.

Dirinya juga berharap kepada semua mahasiswa dan yang belum diwisuda, apapun rintangannya untuk tetap menjadi pribadi yang santun dan rendah hati.

“Gelar apapun yang kita raih tetaplah menjadi pribadi yang santun dan rendah hati, terutama kepada orangtua. Tidak ada pencapaian yang lebih berharga dari pada kebermanfaatan kita bagi orang lain, karena sejatinya pendidikan adalah untuk menjadikan prilaku kita lebih manusiawi” jelasnya.

Untuk yang masih berjuang menuju sarjana, dia berpesan untuk terus semangat, nikmati prosesnya, karena segala usaha hari ini besar kemungkinan menentukan hasilnya esok hari.

“Jadi tanamlah yang baik-baik, rawatlah dengan baik, maka akan menghasilkan sesuatu yang baik pula” kuncinya.

Penulis: Hanafi
Editor: Aisyah
  • Whatsapp
loading...