Malam Nuzulul Qur’an, Sekjen DPP ALMASBIR: Momentum Penerapan Islam Kaffah

  • Whatsapp

PAMEKASAN, Suara Jelata— Sekretaris Jenderal Dewan Pengurus Pusat (DPP) Aliansi Mahasiswa As-Syahidul Kabir (ALMASBIR), Irwansyah Roni, menyampaikan bahwa Malam Nuzulul Qur’an sebagai momentum penerapan islam yang kaffah.

Hal ini ia sampaikan pada saat menjadi moderator Kajian Spesial Ramadhan dalam rangka menyambut malam Nuzulul Qur’an yang disiarkan langsung melalui channel youtube Almasbir Official.

Bacaan Lainnya

“Al-Qur’an adalah satu-satunya kitab suci yang membawa hukum terbaik dari Allah SWT. Hukum dalam Al-Qur’an menjamin keberkahan dan kebaikan hidup bagi manusia di dunia dan akhirat,” kata Sekretaris Jenderal DPP ALMASBIR, Rabu, Malam. (28/04/2021).

Allah SWT menurunkan Al-Qur’an tidak hanya untuk dibaca tetapi untuk dijadikan sebagai pedoman hidup manusia yang hukumnya wajib diterapkan dalam kehidupan.

“Sehingga melalui kajian yang mengangkat tema “Peran Al-Qur’an dalam Membangun Peradaban Manusia” ini kita bisa mengambil kesimpulan bahwa kepada Al-Qur’anlah kita harus kembali sebagai sumber peradaban,” imbuh mahasiswa Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir IAIN Madura tersebut.

Lebih lanjut, ia menegaskan, melalui momentum ini kita sebagai masyarakat yang beragama, sangat tepat untuk mengokohkan keimanan dan meningkatkan peribadatan sebagaimana yang sudah dijelaskan dalam Al-Qur’an itu sendiri.

“Malam ini adalah malam yang penuh dengan keberkahan, di mana Allah SWT akan melipat gandakan pahala Muslim yang beribadah dan melakukan kebaikan,” tagasnya.

Sementara itu, pemateri kajian, Ustad Syaifullah dalam penyampaiannya mengatakan, bahwa sejak awal diturunkannya hingga saat ini, Al-Qur’an telah menjadi peran penting dalam membangunan peradaban manusia. Sebelum diturunkannya Al-Qur’an, manusia sangat jauh dari peradaban dan suka melakukan perbuatan keji.

“Oleh karenanya, zaman mereka pada saat itu disebut dengan zaman jahiliyah, yakni zaman yang jauh dari kebaikan, zaman yang tidak masuk akal bagi orang-orang yang menggunakan akalnya. Dengan diturunkannya Al-Qur’an, maka ia merubah segalanya,” jelas mahasiswa magister Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT) Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jakarta tersebut.

Lebih lanjut, wisuduwan terbaik Sekolah Tinggi Kuliyyatul Qur’an (STKQ) Al-Hikam Depok itu mengungkapkan, hal ini selaras dengan tujuan Al-Qur’an, salah satunya sebagai petunjuk bagi manusia yang tidak ada keraguan didalamnya, Al-Qur’an berfungsi sebagai pedoman hidup yang menuntun manusia minazzdulumati ilan nur.

“Tapi dalam pemenuhan Al-Qur’an sebagai sumber peradaban,perlu adanya dialektika antara manusia dengan Al-Qur’an itu sendiri. Perlu adanya kesadaran dari umat muslim, bahwasanya Al-Qur’an bukan hanya dibaca, akan tetapi perlu untuk dikaji bersama,” tuturnya.

Diakhir acara, Irwansyah Roni berharap, dengan adanya kajian ini kita bisa menjadi manusia yang lebih baik lagi kedepannya segingga bisa mengimplemintasikan apa yang ada di dalam Al-Qur’an.

“Semoga kita semua, keluarga kita, saudara-saudara kita, dan anak cucu kita menjadi Ahlul Qur’an, menjadi orang yang cinta Al-Qur’an, dan mengamalkan isi Al-Qur’an,” pungkasnya.

Penulis: Hanafi
Editor: Taqwa
  • Whatsapp
loading...