Sentuhan Andi Sulaeman, Desa Saotanre Sinjai Jadi Desa Mandiri Dengan Segudang Prestasi

  • Whatsapp

SINJAI, Suara Jelata—Kepala Desa Saotanre, Andi Sulaeman, patut dicontoh sekaligus diacungi jempol. Lantaran, berkat kepemimpinannya sehingga Desa Saotanre, Kecamatan Sinjai Tengah, Kabupaten Sinjai, Provinsi Silawesi Selatan mampu menjadi Desa yang mandiri.

“Pada tahun 2016 star dari ketegori desa tertinggal, setelah itu tahun 2020 menjadi desa berkembang dan maju. Dan Alhamdulillah, pada tahun 2021 sudah masuk kategori desa mandiri,” jelas Andi Sulaeman di kediamaannya di Desa Saotanre.

Bacaan Lainnya

Desa Saotanre disebut sebagai desa mandiri lanjut Andi Sulaeman, karena sudah mendapatkan keputusan dari Kemendes, hanya saja belum disahkan oleh Pemerintah Daerah (Pemda).

“Desa Saotanre sebagai desa mandiri, sebenarnya sudah menerima keputusan dari Kemendes, selain itu juga perlu disahkan oleh Pemda minimal di Dinas PMD atau Bappeda,” katanya.

Tidak hanya itu, Andi Sulaeman menjabat sebagai kepala desa selama enam tahun, tentunya sudah banyak prestasi yang ditorehkan dalam menjalankan roda kepemimpinan Desa Saotanre.

Adapun, prestasi yang telah diukir sebagai kepala desa, memperlihatkan terdapat beberapa pembangunan, rehabilitasi, dan pengadaan barang dan jasa.

Pembangunan yang maksud seperti, pembangunan Rabat Beton, Dekker, Drainase, Talut, Tanggul, Gedung BPD, Gedung PAUD, Pos ronda. Selanjutnya, untuk rehabilitasi yakni, rehabilitasi Aula, PAUD, Kantor desa.

Selain itu, juga terdapat perintisan jalan, pengerasan dan pelebaran jalan, pegadaan lahan perkuburan, ambulance desa, pembangunan MCK, penyertaan modal Bumdes, pengadaan jaringan internet desa, pengadaan website desa.

Prestasi Andi Sulaeman tidak berhenti sampai di situ, karena sebagai kepala Desa Saotanre juga telah memenuhi kebutuhan masyarakat dari segi pemerintahan, kesehatan, pendidikan, dan sosial budaya.

“Di mana sudah terdapat dokter masuk desa, pemberian bantuan berprestasi, pembentukan Taman Baca Masyarakat (TBM) Pappideceng, pelatihan perangkat desa, kegiatan Bulan Desa Sehat (BuDeSa), pengembangan SID, dan kegiatan pokja,” kuncinya.

loading...