MAGELANG, Suara Jelata— Komoditas pertanian di Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah sangat beragam. Hamparan lahan di lereng Gunung Merbabu ini memang sangat subur dan cocok untuk berbagai jenis tanaman sayuran, salah satunya adalah kobis yang cukup banyak ditanam para petani di sini.
Salah satu petani Dusun Sucen, Desa/Kecamatan Ngablak, Purwoko (33) mengaku, memang saat ini harga kobis sedang rendah. Namun pemesan sayuran jenis ini masih diminati konsumen hingga luar daerah.
“Saat ini harga kobis 1.500 rupiah per kilogram. Sedang murah, namun pesanan dari luar daerah cukup tinggi” tuturnya. Rabu, (07/07/2021).
Lelaki yang akrab dipanggil Woko ini mengatakan, bahwa di wilayah Ngablak ada dua jenis kobis yang ditanam petani, yaitu kobis jenis Grand 11 dengan umur 75 hari sejak tanam bisa dipanen. Jenis lainnya adalah kobis Batu dengan umur 90 hari panen.
“Secara kualitas tidak ada perbedaan, hanya umur dipanen yang berbeda” terang Woko.
Namun masing-masing petani menanamnya menurut selera, rata-rata agar memanennya berselang hari dengan waktu tanam yang bersamaan.
Ditanya mengenai asal pembeli, Woko mengaku kebanyakan tengkulak berasal dari luar daerah. Seperti Yogyakarta, Solo, Boyolali, Salatiga, bahkan ada yang dari daerah Jawa Timur.
“Ada yang mengambil langsung ke petani, ada pula petani yang mengirim ke alamat pemesan” pungkas Woko.











