Kecelakaan di Tol Pemalang-Batang, Diduga Akibat Aquaplaning

PEKALONGAN JATENG, Suara Jelata – Musim penghujan menjadi ancaman bagi kendaraan. Banyak problem yang timbul saat kendaraan melaju di tengah cuaca hujan. Ancaman itu salah satunya adalah bahaya yang disebut aquaplaning. Hal itu disampaikan Kapolres Pekalongan AKBP Dr. Arief Fajar Satria, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kasat Lantas AKP Munawwarah, S.H., S.I.K., M.H., yang akrab dipanggil AKP Ara, Minggu (26/12/2021).

Dikatakan AKP Ara, aquaplaning atau disebut kehilangan kendali pada kendaraan merupakan salah satu ancaman serius bagi kendaraan. Kehilangan kendali yang dimaksud umumnya terjadi saat sedang dalam kondisi hujan. Di mana suatu keadaan ketika ban tidak mendapat daya cengkeram akibat genangan air, jadi seolah-olah ban berputar di atas genangan air.

Di sinilah pentingnya pengemudi untuk mengurangi kecepatan saat kondisi hujan. Pasalnya selama ini banyak pengemudi yang mengabaikan hal ini dan sama sekali tidak mengurangi laju mobilnya.

“Ada kecenderungan ketika hujan, bukannya pengemudi mengurangi kecepatan, namun tetap atau menambah kecepatan. Terutama kendaraan dengan isi silinder (cc) tinggi,” kata AKP Ara.

Seperti yang terjadi pada malam tadi, sebuah mobil Toyota Inova H 15XX MQ ringsek setelah mengalami kecelakaan tunggal di jalan tol Pemalang-Batang jalur A KM. 334,600, Sabtu (25/12/2021) sekira pukul 19.30 WIB. Dalam kejadian tersebut 2 orang penumpang harus dilarikan ke Rumah Sakit Aro Kota Pekalongan karena mengalami luka ringan.

Agar tak terjadi kecelakaan akibat terjebak aquaplaning, AKP Ara meminta pengemudi untuk menjaga kecepatan di kala hujan.

“Apabila hujan semakin deras, sebaiknya kurangi kecepatan semakin banyak,” sarannya. (Iwan)

Dapatkan update berita pilihan setiap hari dari suarajelata.com.

Mari bergabung di Grup Telegram "suarajelata.com News Update", caranya klik link https://t.me/suarajelatacomupdate, kemudian join.