Potong Gombak, Tradisi Warisan Nenek Moyang Masyarakat Desa Dampit

MAGELANG JATENG, Suara Jelata – Banyak tradisi warisan nenek moyang masyarakat warga Desa Dampit, Kecamatan Windusari, Kabupaten Magelang yang hingga kini masih dilestarikan. Salah satunya yaitu tradisi “Potong Gombak” (mencukur rambut bajang/rambut asli dari lahir). Gombak ini merupakan sebagian rambut bajang yang tidak pernah dipotong sejak anak pemilik rambut itu lahir.

Tradisi tersebut seperti dilakukan pasangan suami istri warga Desa Dampit, Lutman dan Atik, yang memotong Gombak anak perempuannya, Puspita (4), pada Jumat (13/05/2022). Layaknya orang punya hajat, dalam tradisi ini pun tuan rumah mengundang sanak saudara, menggelar doa bersama, dan menyediakan hiburan seni tradisional atau seni Islami seperti Salawatan atau seni Rebana.

Kepala Desa Dampit Kabul Muh Rosyid kepada media Suara Jelata menuturkan, tradisi “Potong Gombak” merupakan tradisi turun temurun masyarakat Dampit. Tradisi ini merupakan kekayaan Desa Dampit yang tetap dilestarikan.

“Sebuah keluarga yang sengaja memelihara Gombak pada rambut anaknya memiliki tujuan demi kebaikan si anak. Misalnya agar anak jauh dari penyakit atau tidak sakit-sakitan selama tumbuh kembangnya,” tutur Kades Dampit.

Lebih jauh Kabul Muh Rosyid menjelaskan, orang Jawa punya anggapan bahwa di sekitar kita ada sesuatu yang mengikuti, yang disebut Sawan dan Sambikala (marabahaya). Dengan tradisi Potong Gombak ini, kedua orang tua memohon kepada Sang Pencipta agar si anak dan keluarganya dijauhkan dari segala bentuk marabahaya.

“Anak yang dipotong gombak-nya biasanya antara umur 4 sampai 9 tahun. Dengan harapan anak tersebut menjadi anak saleh atau salehah, sehat, berbakti kepada agama, kedua orang tua, nusa dan bangsanya,” urainya.

Dikatakan Kabul, tradisi Potong Gombak bisa dilakukan kapan saja, menurut kesiapan kedua orang tua si anak atau permintaan si anak. Artinya tidak ada keharusan dilakukan bulan tertentu, namun masing-masing pribadi memiliki kebebasan kapan melaksanakan upacara Potong Gombak.

“Tradisi Potong Gombak dilakukan warga Dampit ini tidak ada ketentuan waktunya. Sehingga upacara Potong Gombak tergantung kesiapan pribadi atau keinginan orang tua yang bersangkutan atau bisa juga atas permintaan si anak,” pungkas Kades Kabul Muh Rosyid. (Iwan)

Dapatkan update berita pilihan setiap hari dari suarajelata.com.

Mari bergabung di Grup Telegram "suarajelata.com News Update", caranya klik link https://t.me/suarajelatacomupdate, kemudian join.