KUDUS JATENG, Suara Jelata – Desa Jurang Kecamatan Gebog menjadi satu-satunya desa yang mendapat SK Desa Cinta Statistik (Cantik) karena ketepatan data desanya. Guna mendukung menjadi salah satu desa percontohan akan tertibnya bank data, maka Desa Jurang mendapat sosialisasi dari BPS Kabupaten Kudus. Kegiatan bertempat di Aula Balai Desa Jurang, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, Rabu (18/10/2023)
Dalam sambutanya Kepala Desa Jurang menyatakan keyakinannya terkait upaya yang dilakukan selama ini oleh pemerintas desanya.
“Yakinlah atas apa yang kita tanam suatu saat kita akan memetiknya. Sejak saya terpilih sebagai Kades di desa ini, hal pertama yang saya tertibkan adalah data desa,” ungkap Muhammad Noor.
Menurutnya, keakuratan data adalah modal awal untuk membenahi dan membangun desa.
“Maka saya harus update setiap saat berapa jumlah bayi lahir, berapa jumlah data penduduk meninggal dunia dan data-data penting kependudukan lainnya, demi keakuratan data desa,” imbuhnya.
Sementara masih di tempat yang sama Camat Gebog Fariq Mustofa memberikan apresiasi pada Kades Jurang atas kedisiplinannya dalam tertib data.
“Sejak awal saya ditempattugaskan di Kecamatan Gebog ini, memang saya sudah tertarik dengan profil kadesnya. Selalu saya ikuti kinerjanya lewat media sosial yang di unggahnya,” terang Camat Gebog, Fariq Mustofa.
“Adalah tepat bila desa Jurang satu-satunya desa se-Kabupaten Kudus yang mendapatkan SK Desa Cinta Statistik,” imbuhnya.
Sementara itu, Ketua Koordinator Desa Cantik dari BPS Kabupaten Kudus, Agung menyampaikan ulasannya. Dikatakan, perlunya data riil perkembangan jumlah penduduk, jangan hanya copy paste, karena desa harus menjadi subyek bukan hanya obyek.
“Data adalah tulang punggung untuk perencanaan pembangunan,” tandasnya.
Selanjutnya pihak BPS akan membentuk agen-agen data di desa ini. kebetulan ada warga Desa Jurang bernama Sri Lestari yang sudah belasan tahun menjadi Mitra BPS. Akhirnya BPS mereferensikan Sri Lestari menjadi agen data di Desa Jurang.
“Kami dari BPS sangat berharap untuk bisa bekerjasama dengan desa untuk sama-sama bekerja keras demi mewujudkan Desa Jurang jadi percontohan keakuratan data Jawa Tengah, menyusul Wonosobo,” harap Agung. (Als)











