DAERAH

Tim Akustik PD DMI Brebes Terbentuk, Siap Perbaiki Akustik Masjid 

×

Tim Akustik PD DMI Brebes Terbentuk, Siap Perbaiki Akustik Masjid 

Sebarkan artikel ini
Para peserta pelatihan akustik dan audio system Masjid diberikan ilmu pengetahuan baik teori, simulasi dan praktek penataan Masjid. (foto : ist).

BREBES JATENG, Suara Jelata Sebanyak 20 orang mengikuti Pelatihan Akustik dan Audio System Masjid yang diselenggarakan Pimpinan Daerah Dewan Masjid Indonesia (PD DMI) Kabupaten Brebes.

Kegiatan ini diselenggarakan di Pondok Pesantren Assalafiyah 5 Kaligangsa Kulon, Kecamatan/Kabupaten Brebes, pada Sabtu (20/12/2025).

Scroll untuk lanjut membaca
Scroll untuk lanjut membaca

Adapun dalam kegiatan ini PD DMI Kabupaten Brebes kerjasama dengan Badan Amil Zakat (Baznas) Nasional Kabupaten Brebes. Dilangsungkan selama 2 hari Sabtu-Minggu (20-21 Desember 2025)

Para peserta diberikan ilmu pengetahuan baik teori, simulasi dan praktek penataan Masjid. Mereka semua adalah berlatar belakang seorang mekanik yang mengetahui cara memperbaiki sound system dan juga elektronik lainnya.

Mereka dihadirkan, untuk peningkatan kapasitas bagi para mekanik masjid ini agar nantinya memiliki pengetahuan yang lebih dalam karena mendapatkan bekal dari Mekanik TOA dari Pusat dan Jawa Tengah sekaligus dari Tim Akustik Pimpinan Pusat Dewan Masjid Indonesia (PP DMI).

Tim AKustik PP DMI Aziz Muslim mengatakan, Akustik masjid adalah ilmu dan penerapan pengelolaan suara di dalam masjid agar ibadah seperti salat, ceramah, dan pengajian menjadi jelas, nyaman, dan khusyuk.

“Dengan mengendalikan gema (reverberation), gaung (echo), dan memastikan suara dari imam, muazin, serta qari terdengar baik ke seluruh penjuru, seringkali dengan bantuan material penyerap suara dan sound system yang terintegrasi,” kata Aziz Muslim.

Adapun tujuannya, lanjut Aziz, agar suara tersampaikan secara merata dan tidak terjadi distorsi atau feedback yang mengganggu.

“Elemen Kunci Akustik Masjid yakni : Perambatan Suara: Bagaimana suara dari pembicara (imam/ustadz) merambat dan terdengar jelas oleh jamaah,” ujarnya.

Aziz menjelaskan, gema (Reverberation): Durasi suara bertahan di ruangan; idealnya pendek (sekitar 1.2-1.8 detik) agar ucapan tidak menyatu dan sulit dimengerti. Gaung (Echo): Pantulan suara yang jelas terpisah; ini harus dihindari.

“Feedback: Suara melengking akibat gema yang masuk kembali ke mikrofon dan diperkuat terus-menerus.”

“Kualitas Material: Penggunaan panel akustik, plafon khusus, karpet, dan ornamen dinding yang menyerap suara sangat membantu,” sambungnya.

Sementrara itu Ketua PD DMI Kabupaten Brebes Imam Dardiri, SH.MH menjelaskan, mengapa Pelatihan akustik ini Penting? karena pertama Mendukung Ibadah: Meningkatkan kejelasan bacaan Al-Qur’an, khutbah, dan azan.

Kenyamanan Jamaah: Suara yang jernih menciptakan suasana lebih khusyuk dan nyaman.

Optimalisasi Sound System: Memaksimalkan fungsi sound system, bahkan yang sederhana sekalipun, karena suara sudah tertata dengan baik.

“Singkatnya, akustik masjid adalah tentang menciptakan ‘sidik jari’ suara yang ideal di dalam bangunan masjid agar aktivitas spiritual terasa lebih efektif dan bermakna,” terangnya.

Ditempat yang sama, Ketua Baznas Brebes Abdul Haris, MA mengatakan, dukungan dari Baznas Brebes dalam pelatihan ini, karena pelatihan ini sangat perlu dan nantinya mereka yang dilatih harus memakmurkan masjid melalui Khidmah dalam bidang ilmu akusti.

Sehingga, menurut dia, ke depan, kalau ada problem berkenaan dengan masalah akusti atau sound sistem masjid bisa ditangani atau dikunjungai oleh tim akustik Dewan Masjid Indonesia Kabupaten Brebes yang sudah dilatih.

Dia berharap, dalam pelatihan selama 2 hari ini, semakin terlatih dan pihaknya juga siap untuk memfasilitasi rekomendasi atas pelatihan lanjutan.

“Yakni ada tim akustik inti yang dilatih dan berkunjung ke Pabrik TOA dan belajar dengan tim Akustik Nasional di Jakarta,” pungkasnya. (Olam).