News

21 Dapur Beroperasi, MBG Serap 1.050 Tenaga Kerja di Sinjai

×

21 Dapur Beroperasi, MBG Serap 1.050 Tenaga Kerja di Sinjai

Sebarkan artikel ini
Program inisiatif Presiden Prabowo ini mulai berjalan sejak 17 Februari 2025/Ist

Sinjai, Suara Jelata—Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menunjukkan perkembangan positif di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan.

Kabupaten Sinjai berada di sebelah timur Kota Makassar. Jarak tempuh sekitar 200-230 Km, tergantung rute.

Scroll untuk lanjut membaca
Scroll untuk lanjut membaca

Program inisiatif Presiden Prabowo ini mulai berjalan sejak 17 Februari 2025.

Program yang dijalankan Badan Gizi Nasional (BGN) ini dinilai berdampak pada peningkatan kualitas gizi penerima manfaat.

Selain itu MBG juga mendorong penyerapan tenaga kerja di Daerah dengan penduduk 273.559 jiwa.

Hingga saat ini program MBG membuka 1.050 lapangan kerja baru.

Hal tersebut disampaikan oleh Kordinator SPPG Sinjai, Supriadi.

Supriadi mengatakan saat ini sudah 21 SPPG beroperasi yang tersebar di tujuh Kecamatan di Sinjai.

Rinciannya, Sinjai Utara enam SPPG, Sinjai Selatan empat SPPG dan Sinjai Timur empat SPPG.

Selanjutnya, Sinjai Borong dua SPPG, Bulupoddo dua SPPG, Tellulimpoe dua SPPG dan Sinjai Tengah satu SPPG.

“Sekarang sudah 21 SPPG beroperasi. Masing-masing SPPG mempunyai 50 pekerja,” katanya. Rabu, (11/2/2026).

Supriadi mengatakan program ini menyasar berbagai sektor strategis, mulai dari administrasi, operasional lapangan, hingga tenaga pendukung teknis.

“Kami ingin memastikan program MBG tidak hanya memberikan manfaat secara langsung kepada peserta, tetapi juga membuka peluang kerja yang luas bagi masyarakat,” ujarnya.

Rekrutmen tenaga kerja dilakukan secara bertahap dengan mengutamakan putra-putri daerah.

“Para pekerja mendapatkan pelatihan guna meningkatkan kompetensi dan kualitas sumber daya manusia,” katanya.

Program MBG juga menggandeng sejumlah mitra strategis, termasuk pelaku UMKM dan perusahaan lokal, untuk memperluas dampak ekonomi.

“Dengan keterlibatan berbagai pihak, diharapkan efek berganda (multiplier effect) dari program ini dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat,” ujarnya.

Salah seorang pekerja SPPG di Kecamatan Bulupoddo Irawati (23), mengaku sempat pasrah karena kesulitan mencari pekerjaan usai lulus S1 pada 2022.

Ia bahkan berencana merantau ke Morowali, Sulawesi Tengah, demi membantu kebutuhan keluarga.

Ayahnya bekerja sebagai petani, ibunya ibu rumah tangga.

Irawati merupakan anak ketiga dari tiga bersaudara.

Kini, Irawati bekerja di SPPG Desa Lamatti Riattang, Kecamatan Bulupoddo.

Ia bertugas mengemas makanan MBG sejak dua hari terakhir dengan gaji Rp100 ribu per hari, bekerja Senin hingga Jumat.

“Alhamdulillah, saya bersyukur dan bahagia bisa mendapatkan pekerjaan melalui program MBG,” katanya.

Menurutnya, program MBG bukan hanya menjamin pemenuhan gizi bagi penerima manfaat, tetapi juga membuka lapangan kerja baru di berbagai daerah.

“Saya senang bekerja di dapur MBG karena bisa mandiri dan membantu kebutuhan keluarga, tanpa merantau keluar daerah,” ujarnya.