DAERAHSosial

Buka Puasa Bersama, IPJT Brebes Gelar Santunan Anak Yatim dan Penguatan Sinergitas Insan Pers

×

Buka Puasa Bersama, IPJT Brebes Gelar Santunan Anak Yatim dan Penguatan Sinergitas Insan Pers

Sebarkan artikel ini
Ketua IPJT Jawa Tengah, Firdaus Andika (3 dari kiri), bersama pengurus IPJT Brebes serta sejumlah anak yatim. (Istimewa).

BREBES JATENG, Suara Jelata Insan pers dan aktivis di Kabupaten Brebes berkumpul dalam agenda buka puasa bersama serta pemberian santunan anak yatim di Jalan Proklamasi, Senin (16/3/2026).

Kegiatan tersebut dilaksanakan guna mempererat silaturahmi sekaligus meneguhkan profesionalisme jurnalisme.

Scroll untuk lanjut membaca
Scroll untuk lanjut membaca

Suasana hangat menyelimuti sebuah rumah makan di Jalan Proklamasi, Kecamatan Brebes, petang itu.

Di tengah riuh rendah obrolan para kuli tinta dan aktivis, terselip wajah-wajah mungil anak yatim yang hadir untuk menerima santunan.

Momen Ramadan 1447 Hijriah ini dimanfaatkan DPC Insan Pers Jawa Tengah (IPJT) Brebes untuk mendinginkan suasana sekaligus memanaskan semangat integritas profesi.

Kegiatan ini tidak sekadar menjadi ajang kumpul-kumpul rutin. Kehadiran Ketua Umum IPJT Jawa Tengah, Firdaus Andika, memberikan bobot tersendiri pada pertemuan tersebut.

Di hadapan jajaran pengurus dan insan pers lintas organisasi, Firdaus melontarkan pesan menohok soal kualitas karya jurnalistik saat ini.

“Wartawan adalah mata dan telinga publik. Pahami Kode Etik, UU Pers, dan gunakan teknik 5W+1H dengan disiplin,” tegas Firdaus di sela-sela diskusi.

Ia menyoroti fenomena jurnalisme ‘instan’ yang mulai menggerus kepercayaan publik. Menurutnya, berita yang kuat lahir dari konfirmasi yang tepat dan verifikasi yang ketat, bukan sekadar opini pribadi atau praktik malas copy-paste yang berisiko secara hukum.

Senada dengan itu, Azmi Asmuni Majid, Penasihat DPC IPJT Brebes mengingatkan bahwa jurnalis memiliki beban moral untuk berpihak pada kebenaran.

Ia menekankan pentingnya peran media dalam mengawal hak-hak dasar rakyat, seperti akses BPJS dan layanan kesehatan bagi masyarakat kurang mampu di Brebes.

“Jurnalis tidak boleh netral dalam arti diam saat melihat ketidakadilan; jurnalis harus independen dan berpihak pada kebenaran,” ungkap Azmi.

Baginya, kolaborasi antara media dan pemerintah dalam mendiseminasikan informasi publik seperti program beasiswa dan infrastruktur adalah kunci utama mendongkrak Indeks Pembangunan Manusia (IPM) daerah.

Acara yang diawali dengan diskusi santai ini ditutup dengan doa bersama dan buka puasa dalam suasana kekeluargaan.

Kesepakatan besar lahir dari pertemuan sederhana ini: membangun komunikasi yang sehat demi keterbukaan informasi publik yang lebih cerdas dan solutif bagi warga Brebes. (Olam).