DAERAH

Volume Dikurangi, Proyek Pengaspalan Jalan di Paguyangan Dikeluhkan Warga

×

Volume Dikurangi, Proyek Pengaspalan Jalan di Paguyangan Dikeluhkan Warga

Sebarkan artikel ini

BREBES JATENG, Suara Jelata Proyek pengaspalan jalan lingkungan di Dukuh Cigobang Desa Kedungoleng, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes dikeluhkan warga setempat.

Adapun, keluhan tersebut lantaran warga menilai proyek pengaspalan jalan yang bersumber dari anggaran Bantuan Keuangan tersebut dikerjakan asal-asalan.

Scroll untuk lanjut membaca
Scroll untuk lanjut membaca

Bahkan, ditemukan adanya kekurangan volume hingga 119 meter. Selain itu, di lokasi pekerjaan juga tidak terlihat adanya papan informasi.

Hal itu juga, seperti apa yang disampaikan Sumarlan, Aktivis GNP Tipikor Brebes kepada wartawan pada, Rabu (6/12/2023).

Diketahui, kata Sumarlan, pada Rabu tanggal 6 Desember Pemerintah Desa Kedungoleng bersama rekanan melakukan pengukuran ulang di lokasi pekerjaan.

“Dan ditemukan adanya kekurangan volume sebanyak 119 meter dari RAB,” ungkap Sumarlan.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, proyek tersebut dilaksanakan oleh seorang rekanan bernama Ratini.

Sebelumnya, dibeberkan Sumarlan, diakui oleh Ratini. Bahwa kekurangan volume hanya sekira 60 meter.

Bahkan, ia membantah informasi yang mengemuka tersebut. Maka dari itu pihaknya meminta untuk dilakukan pengukuran ulang.

“Semua informasi itu hoak, ngga Inspektorat tidak Tipikor kalau salah ya harus dibetulkan, maka dari itu ukur ulang biar gamblang,” kata Sumarlan menirukan keterangan dari Ratini.

Sumarlan sangat menyayangkan pekerjaan itu, ia menilai selain warga yang dirugikan dengan kualitas pekerjaan buruk. Dugaan korupsi juga kental dalam pengadaan proyek itu.

“Apalagi sesuai dengan aturan mestinya bankeu itu selain kewenangan Pemdes sebagai pengguna anggaran, masyarakat sekitar bersama Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) juga harus dilibatkan,” katanya.

Sementara itu, Ratini saat dihubungi melalui whatsAap mengakui. Bahwa memang benar ada yang seharusnya dikerjakan 60 meter.

Tetapi, dikerjakan hanya 30 meter. Karena menurutnya, yang 30 meternya lagi dipindahkan di gang atas permintaan warga.

“Jadi pas ada pengukuran ulang, yang sebelah tidak diukur, mungkin mis komunikasi,” tulis Ratini, Minggu (3/12/).

“Mestinya kalau memang kurang volume, harusnya TPK ngasih tau waktu penggarapan biar dipenuhi. Kasihan yang garap,” sambungnya.

Ratini menyebut, bahwa proyek yang disoal itu aspirasi dari Partai Gerinda. Bukan dari partai Golkar seperti yang pernah disebutkan. Dan kalau dianggap kurang volume ia siap bertanggung jawab.

Terkait dengan pekerjaan itu, sebelumnya juga sempat disampaikan oleh salah satu warga sekitar yang mempertanyakan kekurangan volume.

“Kami mempertanyakan kenapa pengaspalan tidak diteruskan yang masih ada kekurangan sekitar 60 meter. Apa memang RAB seperti itu,” kata warga sekitar yang enggan disebutkan namanya pada, Sabtu (2/12/).

Tak hanya itu, Ia juga mengeluhkan hampir semua pekerjaan proyek di desanya tidak transparan bahkan terkesan dikerjakan asal-asalan.

“Hampir semua proyek di sini tidak transparan apa lagi pasang papan informasi dan kebanyakan pekerjaan dilaksanakan terkesan asal. Maka hasilnya pun pembangunan juga kurang maksimal,” kata dia.

Oleh karena itu, lanjut dia, kebanyakan hasil pekerjaan cepat rusak. Ia mencontohkan seperti jembatan, ada juga pekerjaan rabat beton dan pengaspalan di Dukuh Cigobang belum satu tahun sudah ambrol.

“Apa lagi pembangunan gedung serba guna sampai sekarang juga belum jadi,” bebernya.

Senada juga disampaikan salah satu tokoh masyarakat setempat. Ia menyebut pengaspalan jalan lingkungan di Dukuh Cigobang RW 7 Desa Kedungoleng itu penuh misteri dan tidak transparan.

“Saya sempat mempertanyakan kepada konsultannya, bahwa pekerjaan pengaspalan jalan lingkungan Dusun Cigobang tersebut menggunakan anggaran Bantuan Keuangan dari Partai Golkar Kabupaten Brebes.Dengan nilai anggaran sekitar 200 juta,” terang tokoh masyarakat yang enggan disebut namanya.

Sementara itu, selaku pengguna anggaran yakni, Pemdes Kedungoleng belum bisa dimintai keterangan.

Inspektorat Kabupaten Brebes saat dimintai tanggapan terkait dengan hal ini mengaku akan di diskusikan.

“Hari ini Pak Irban lagi rapat jadi mungkin kalau tidak nanti sore atau besok tim baru bisa diskusi terkait informasi ini,” tulis salah satu pihak Inspektorat Brebes melalui whatsaap. (Olam)