Sinjai, Suara Jelata—Polemik pengelolaan pintu air Irigasi Lamole di Kecamatan Bulupoddo, Kabupaten Sinjai, akhirnya berujung pada penyerahan kunci pintu air dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Sinjai kepada pemerintah desa.
Langkah ini diambil setelah Kepala Desa setempat ngotot menyebut pintu air tertutup, padahal hasil pengecekan di lapangan menunjukkan sebaliknya.
Kepala Dinas PUPR Sinjai, H. Haris Achmad, menegaskan bahwa pernyataan kepala desa yang menyebut pintu air tertutup adalah tidak benar.
Faktanya, pintu air dalam kondisi terbuka namun tergembok pada panel pengaman sesuai prosedur operasional.
“Yang disampaikan pak desa bahwa pintu air sekarang tertutup itu bohong karena tidak benar. Faktanya pintu air terbuka dan hanya panelnya yang tergembok. Itu memang aturan untuk menghindari masyarakat seenaknya buka-tutup pintu air,” tegas Haris.
Ia menjelaskan bahwa yang berwenang mengatur buka-tutup pintu air hanyalah Petugas Pintu Air (PPA) yang telah ditunjuk resmi oleh dinas.
“Saya ke lokasi karena adanya informasi dari kepala desa dan viral di grup media sosial. Sementara pengakuan dari petugas pintu air menyebut tidak ada penutupan. Makanya saya bersama Kabid PSDA mengajak pak camat dan pak desa turun langsung ke lokasi,” ungkapnya.
Namun setelah tiba di lokasi, Haris menyebut kepala desa justru baru pertama kali menginjakkan kaki di area irigasi tersebut.
“Ternyata pak desa juga baru injak itu lokasi, tapi sudah banyak bicara. Bahkan pernyataan saya dikomentari kasar dan disebut omong kosong. Padahal justru dia yang omong kosong,” ujarnya.
Meredam polemik yang terus berkembang di masyarakat, Haris akhirnya memerintahkan agar kunci pintu air diserahkan kepada pemerintah desa, disaksikan langsung oleh Camat Bulupoddo.
“Karena kepala desa ngotot, saya suruh serahkan saja kunci pintu air ke pak desa supaya desa yang mengatur sendiri air di sana,” pungkasnya.
Haris menegaskan akan tetap melakukan pemantauan terhadap pengelolaan Irigasi Lamole agar distribusi air ke lahan pertanian tetap berjalan normal dan tidak merusak infrastruktur irigasi.











