SINJAI, Suara Jelata–Kisah hilangnya seorang remaja putri di Sinjai Timur akhirnya terungkap.
Farah Fauziah (14), yang sempat dikira menjadi korban penculikan, ternyata menjalani perjalanan yang berujung pada pengakuan mengejutkan.
Selasa pagi (24/3/2026), Farah meninggalkan rumah neneknya di Dusun Maroanging dengan alasan hendak mengunjungi temannya.
Namun, ia justru mengarah ke Batu Asa, Kecamatan Herlang, Kabupaten Bulukumba.
Di sana, ia bertemu dengan rekannya, Eriksa alias Erik. Keduanya kemudian melanjutkan perjalanan menuju lokasi wisata permandian Limbua sebelum akhirnya bermalam di rumah teman mereka di wilayah tersebut.
Waktu yang semakin larut membuat Farah diliputi rasa takut untuk kembali ke rumah.
Kekhawatiran dimarahi keluarga kemudian mendorongnya mengambil keputusan yang keliru.
Ia bersama rekannya menyusun skenario seolah-olah dirinya menjadi korban penculikan.
“Rekan korban menggunakan handphone milik korban untuk mengirim pesan kepada keluarga dan meminta uang tebusan sebesar Rp5 juta,” ungkap Kasi Humas Polres Sinjai, IPTU Agus Santoso.
Pesan tersebut sempat membuat keluarga panik dan memicu pencarian besar-besaran oleh aparat kepolisian.
Tim Resmob Polres Sinjai bersama Polsek Sinjai Timur dan dibackup Polsek Kajang akhirnya menemukan Farah pada pukul 13.30 WITA di Dusun Kassi Lohe, Desa Lembang, Kecamatan Kajang, Kabupaten Bulukumba.
Saat ditemukan, kondisi Farah dalam keadaan lemas dan sempat mengalami sesak napas sehingga langsung dievakuasi ke Puskesmas Lembanna untuk mendapatkan perawatan medis.
Setelah dilakukan pemeriksaan, fakta sebenarnya pun terungkap.
Tidak pernah terjadi penculikan seperti yang sebelumnya dikabarkan.
Polisi memastikan bahwa Farah meninggalkan rumah secara sadar dan seluruh kejadian tersebut merupakan rekayasa.
“Kami tetap mengedepankan pendekatan pembinaan karena korban masih di bawah umur,” tegas IPTU Agus Santoso.
Saat ini, Farah telah diserahkan kembali kepada pihak keluarganya bersama sepeda motor dan handphone miliknya.
Sebelumnya, seorang remaja perempuan dilaporkan hilang setelah meninggalkan rumah neneknya di Dusun Maroanging, Desa Tongke-Tongke, Kecamatan Sinjai Timur, pada Senin (23/3/2026) sekitar pukul 09.00 WITA.
Remaja tersebut diketahui bernama Farah Fauziah (14), seorang pelajar yang selama ini tinggal bersama neneknya, Aisyah, di Dusun Maroanging.
Sementara itu, orang tuanya, Martina Santi (41), yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga, berdomisili di Desa Pattiro, Kecamatan Mare, Kabupaten Bone.
Berdasarkan keterangan, Farah awalnya berpamitan untuk pergi ke rumah temannya, Nabila, di wilayah Botopale, Kelurahan Samataring.
Namun setelah dilakukan pengecekan, diketahui bahwa Farah tidak pernah tiba di lokasi tujuan tersebut.
Sebelum dinyatakan hilang, Farah diduga sempat terlihat sekitar pukul 11.00 WITA bertemu dengan seorang bernama Erik di sekitar Pantai Karampuang.
Setelah pertemuan tersebut, keberadaan Farah tidak lagi diketahui.
Ditemukan Polisi, Gadis Sinjai yang Sempat Hilang Kini Dikembalikan ke Keluarganya











