News

Ratusan Nelayan Sinjai Terancam Kehilangan Mata Pencaharian, Desak SPBU Lita Dibuka Kembali

×

Ratusan Nelayan Sinjai Terancam Kehilangan Mata Pencaharian, Desak SPBU Lita Dibuka Kembali

Sebarkan artikel ini
SPBU yang berlokasi di Jalan Kelurahan Bongki, Kecamatan Sinjai Utara, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan/Zh

Sinjai, Suara Jelata—Kebijakan penghentian sementara penyaluran bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis solar di SPBU 74.926.45 Lita, Kecamatan Sinjai Utara, Kabupaten Sinjai, menuai protes dari kalangan nelayan. Kamis, (26/3/2026).

‎Mereka mendesak agar pelayanan segera dibuka kembali karena dinilai berdampak langsung terhadap penghasilan dan keberlangsungan hidup masyarakat pesisir.

‎Penghentian distribusi solar subsidi tersebut dilakukan oleh Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi sebagai tindak lanjut atas dugaan penyalahgunaan BBM yang sempat viral beberapa waktu lalu.

‎Meski bertujuan untuk penegakan aturan, kebijakan ini justru memicu kesulitan bagi nelayan dan petani yang sangat bergantung pada ketersediaan solar subsidi.

‎Seorang nelayan setempat, AB (45), mengaku tidak dapat melaut akibat terbatasnya akses BBM.

‎Padahal, menurutnya, para nelayan telah mengantongi rekomendasi resmi untuk memperoleh solar subsidi.

‎“Kami ini hidup dari laut. Kalau tidak ada solar, tidak bisa melaut. Padahal kami sudah pegang rekomendasi,” terangnya.

‎Penghentian pelayanan di SPBU Lita kata dia telah membuat aktivitas melaut terhenti, sehingga berdampak langsung pada pendapatan harian.

‎Pdahal selama ini, pembelian solar menggunakan rekomendasi resmi bukanlah hal yang melanggar aturan.

‎Karena itu, para nelayan menyayangkan kebijakan penutupan yang dinilai tidak mempertimbangkan kondisi riil di lapangan.

‎“Dengan ditutupnya SPBU, kami seperti menjerit. Penghasilan kami otomatis hilang karena tidak bisa melaut,” ungkapnya.

‎Para nelayan berharap pihak terkait tidak hanya berfokus pada kasus dugaan pelanggaran, tetapi juga turun langsung melihat dampak kebijakan tersebut terhadap masyarakat kecil.

‎Mereka menilai, kebijakan yang diambil seharusnya tidak merugikan ratusan nelayan yang menggantungkan hidup dari hasil laut.

‎“Jangan karena kepentingan segelintir orang, seluruh nelayan jadi terdampak. Kami butuh solusi, bukan penutupan,” tegasnya.

‎Pengelola SPBU Lita, Ridwan Anis, membenarkan bahwa penyaluran solar subsidi telah dihentikan selama lima hari terakhir.

‎Dia menegaskan bahwa pihaknya hanya menjalankan keputusan dari Pertamina.

‎“Hampir 70 persen nelayan di Sinjai mengambil BBM di tempat kami. Namun untuk sementara kami hentikan karena aplikasi penyaluran dikunci oleh pihak Pertamina,” jelas Ridwan.

‎Menurutnya, penghentian hanya berlaku untuk BBM jenis solar subsidi, sementara penjualan BBM seperti Pertalite dan Pertamax tetap berjalan normal.

‎“Untuk Pertalite dan Pertamax masih kami layani seperti biasa,” kuncinya.