DAERAHPeristiwa

Lelah Terendam Banjir, Warga Brebes Desak Kepala BBWS Cimanuk-Cisanggarung Dicopot

×

Lelah Terendam Banjir, Warga Brebes Desak Kepala BBWS Cimanuk-Cisanggarung Dicopot

Sebarkan artikel ini
Tangkapan layar video saat H. Mahfudin (Mas Jaka) menggelar orasi di area banjir.

BREBES JATENG, Suara Jelata Warga Kecamatan Ketanggungan, Kabupaten Brebes, menggelar orasi di tengah genangan banjir pada Kamis (26/3/2026).

Mereka menuntut pemecatan Kepala BBWS Cimanuk-Cisanggarung, Agus Kuncoro, akibat kegagalan normalisasi Kali Babakan yang memicu penderitaan bertahun-tahun.

Scroll untuk lanjut membaca
Scroll untuk lanjut membaca

Suasana di Kecamatan Ketanggungan, Kabupaten Brebes, mendadak riuh di tengah kepungan air.

Sejumlah warga yang dipimpin oleh Mahfudin, aktivis dari Masyarakat Jaga Kali, berdiri membentangkan spanduk di area terdampak banjir.

Mereka tak lagi sekadar mengeluh, melainkan meluapkan amarah yang telah mengendap selama lebih dari lima tahun terhadap kinerja Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk-Cisanggarung.

Mahfudin dalam orasinya menegaskan bahwa warga sudah kenyang dengan janji-janji manis perencanaan yang tak kunjung terealisasi.

“Agus Kuncoro selaku Kepala BBWS Cimanuk-Cisanggarung sebagai sosok yang paling bertanggung jawab atas mandeknya penanganan Kali Babakan,” serunya.

Ketidakjelasan mengenai anggaran fantastis senilai Rp 570 miliar menjadi sorotan utama dalam aksi tersebut.

Warga mempertanyakan ke mana larinya dana yang seharusnya digunakan untuk mengeruk sedimen sungai yang kini kian dangkal.

“Padahal, pembangunan tanggul permanen dan drainase di sepanjang jalan Ketanggungan sudah menjadi kebutuhan mendesak agar wilayah tersebut tidak terus-menerus menjadi langganan bencana,” ujar Mahfudin.

Aksi ini juga menjadi pesan terbuka bagi Presiden Prabowo Subianto. Warga berharap pemerintah pusat memberikan atensi khusus pada persoalan Kali Babakan.

Bagi mereka, pergantian kepemimpinan di tubuh BBWS bukan sekadar urusan birokrasi, melainkan satu-satunya jalan keluar untuk memastikan normalisasi sungai benar-benar dilaksanakan demi menyelamatkan ribuan nyawa dan harta benda warga Ketanggungan.

Sebagai informasi, banjir bandang akibat luapan Sungai Babakan merendam ratusan rumah di enam desa wilayah Kecamatan Ketanggungan, Kabupaten Brebes, pada Rabu (25/3/2026) malam, menyusul tingginya intensitas hujan di hulu.

Tepat pukul 22.00 WIB, air luapan Sungai Babakan mulai merangsek masuk ke permukiman warga dengan cepat.

Intensitas hujan yang tinggi di wilayah hulu membuat sungai tak lagi mampu menampung debit air, hingga melimpas ke enam desa sekaligus. (Olam).